Sabtu, 05 Agustus 2017

Kamen Rider Adventurer BAGIAN 4: Kamu harus mencari tau, nak. Felix adalah sahabat terbaik Alyx.

selanjutnya di KR Adventurer...

 BAGIAN 4: Kamu harus mencari tau, nak. Felix adalah sahabat terbaik Alyx.

' ZRASSSSSS ' teleport pun dilakukan oleh Tuan Ragoon, ya seingatku begitu... yg kurasakan saat itu... sedih sekali...
" Lari Arta!!! "
kata-kata itu terus berdengung di telingaku... deg deg deg deg kenapa jantungku berdegup kencang sekali...
aku dikelilingi cahaya yg bersinar terang kuning dan putih warnanya bercampur...
" Kau pikir aku akan membiarkanmu "
si keparat itu... armor kumbang...
dan... ' ZWUFFFFFFFFFFF ', seperti aku melayang ke langit... dan tubuhku tiba-tiba lenyap seketika... ajaib...
" hah hah hah hah, apa ini mimpi? dimana ini? " aku tersadar.
Bangun kembali sama seperti waktu itu... kebingungan dan tanpa armor lagi...
Aku lalu berlari ke arah kota... dan ku tanya penduduk sekitar lagi... sama seperti waktu itu...
Ternyata Tuan Ragoon mementalkanku sampai ke kampung halamanku sendiri ' INDONESIA '... tepatnya di Djakarta.
Apa aku harus pulang ke rumah? Tidak... aku tidak boleh sampai melibatkan ibuku juga ' Josephin '.
Apalagi semenjak di tinggal mati oleh ayahku... oh... aku tidak boleh menambah bebannya lagi.
Baiklah... kemana sekarang aku harus pergi...
Aku menuju tempat sepi... karna sekarang sudah malam di Djakarta, aku berada di kota tua.
Aku lalu henshin dan memanggil Tuan Ragoon... ' Ragoon Style '.
" Tuan Ragoon, sekarang apa yg harus kulakukan? tolong jelaskan situasinya? sebenarnya ada apa? apa yg sebenarnya terjadi? sampai Alyx harus meninggal... Apa yg sebenarnya terjadi di planetmu? Tuan Ragoon "
" Baiklah anak muda "
" Arta... namaku Arta "
" Arta... baiklah, aku hanya mengetahui sedikit informasi... karna aku yg meninggal lebih dulu dibanding Alyx dan Felix, ketahui satu hal nak... drivermu itu adalah barang kutukan, itu adalah batu yg ditemukan Alyx di gua terlarang, mereka semua ada 4, termasuk zora, dan orang itu "
" orang itu? si armor kumbang? "
" ya, tapi ada satu orang lagi? lebih baik kau menanyakan ini pada Felix, nak... Alyx memang ajaib bisa menghidupkan kami berdua, tapi sayang kami tidak secerdas dia... sehingga dirinya tidak dapat kami hidupkan, ya... ceramahnya selesai... lebih baik kau bertanya pada Felix... cari tau nak, Felix adalah sahabat terbaik Alyx "
" baik, Tuan Ragoon... bagaimana cara melepas wujudmu ini? "
" cukup tekan sikumu lagi, sebenarnya kau tidak perlu harus selalu memanggil nama, cukup tekan tombol biru di sikumu "
" baik, Tuan Ragoon... istirahatlah... aku mau memanggil wujud yg satu lagi "
Sesuai instruksi dari Tuan Ragoon tadi, aku menekan tombol siku satunya di tangan kananku... dan...
' zyuffffffffffffffffff '
Tubuhku bersalut Armor warna kuning... dan tangan kananku bersalut warna hijau tua... dan ' shootgun? '... waw... aku tidak terlalu jago menembak nch...
" emfffffff, siapa yg mengganggu tidurku... Alyx... aku belum mau bertarung lagi... " kata Felix... wajah seram lainnya di bahu kananku sekarang.
" maafkan aku Tuan Felix "
" Tuan Felix...? Hey siapa kau ini? Aku ini Felix... hanya Felix... tanpa kata Tuan... dimana Alyx? kau membunuhnya ya, dasar kurang ajar "
Tiba-tiba shootgun di tanganku mengarah ke kepalaku sendiri... astaga... ' DOOOOR ', untung saja reflekku bermain... kalau tidak caw kepalaku.
" maaf lagi Felix... aku tidak membunuh Alyx... justru dia memberikan kekuatan ini padaku sebelum dia meninggal setelah dia yg lebih memilih menyelamatkanku... yg membunuhnya itu malah si Armor Kecoa yg awalnya bertempur bersamanya... "
" Zora??? dasar sialan... seharusnya ku-dor saja kepalanya waktu itu... kalau bukan karna Alyx... ughhhh dasar bedebah... Alyxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx... sabahatku... aku belum sempat mengucapkan kata perpisahan untukmu, bahkan sebelum aku meninggal juga "
" tahan amarahmu Felix... sekarang jelaskan semuanya padaku... oiya namaku Arta "
" baik nak, semua dimulai dari... "
Sementara itu di tempat lain... tempat Sidarta, Paman Arta/Ruben meregang nyawanya... Afrika Selatan.
" Lama sekali kau Zora! "
" ah, maafkan aku ' Perfect ' "
" saatnya kita melakukan kombinasi itu... riwayat negeri ini sudah tamat... demi keberlangsungan ras kita "
" ya... Perfect "
" SHOCK-DOG [teriak bersama-sama] " kinnnggggggggg
' RADADADADADDADADADADADADADAT '
" hahahahahhahahaha :D kering sudah... hahahahahahhah... hahahahahahahah "
- to be continued -

KR Adventurer ' Felix Style '

Kamen Rider Adventurer BAGIAN 3: BERTEMPUR DEMI APA??? Tombak yg menegakkan keadilan

selanjutnya di KR Adventurer

BAGIAN 3: BERTEMPUR DEMI APA??? Tombak yg menegakkan keadilan

" hah? Mesin Waktu? Apa maksudmu EAGLE BUG? " kataku
' wahhh aku keceplosan ya... ROBO... '
" jangan belagak bego kau, cepat jelaskan padaku "
' aku mau ngasooo dulu... ROBO ' zwingggg...
Sial, dia meninggalkanku... ya biarkan saja lah, dasar kendaraan humor... kupikir awalnya dia seram seperti wajah2 monster yg aku lihat di dunia sana.
Aku lalu menuju perkotaan, disana aku menemui seseorang yg kukenal dan pasti bisa merahasiakan jati diriku, ya... Pamanku yg belum menikah2 juga di usianya yg sudah ke 72 tahun, seorang Arkeolog... namanya ' Sidarta '.
Apa dia sudah pindah ya? seingatku sch alamatnya masih disana... ya aku menuju arah rumahnya, dan benar saja... dia masih disana...
" Hai, Paman "
" Kau... Arta kan? bukankah... "
" bicaranya di dalam saja Paman, ada yg ingin aku jelaskan "
" baiklah... aku paham... sebagai Pamanmu ".
Kami lalu berbincang di dalam, awalnya dia tidak percaya semua perkataanku... karna bagi seorang Arkeolog... bukti logis jauh lebih penting dibanding cerita kosong.
Aku lalu henshin di depannya... dia tercengang... dan kusampaikan padanya untuk merahasiakan semua ini... termasuk pada Ibuku ' Josephin '.
Aku lalu menjelaskan lagi padanya untuk menemukan nama yg baru dan tanda pengenal baru buatku... dia punya kenalan... jadi namaku jadi ' Ruben ' sekarang... wawh...
Paman lalu berkata padaku untuk lebih hati2 lagi ke depannya... karna ini sama saja dengan melawan alien namanya katanya.
Dan Paman menambahkan... kalau risetnya tidak salah... Planet yg kukunjungi itu katanya bernama Planet INSEKI, disana banyak serangga aneh yg adalah alien...
Aku sedikit terkejut juga mendengar penjelasan Paman.
hmm... baiklah Paman untuk sementara ini aku tinggal dulu di tempat Paman sampai kutemukan cara yg baik untuk menyelesaikan semua ini... menambah daftar identitas dan tempat tinggalku... langkah yg harus lebih kupikirkan masak2 mulai dari sekarang... seperti kata Paman, harus lebih berhati-hati lagi... ya...
Aku lalu menyetel TV, berita tentangku masih tersebar kemana-mana... karna memang masih baru...
Tapi ada satu channel yg berhasil menyorot lokasi segitiga bermuda... channel AMERICAN, astaga... apa itu...
" Berita pagi ini, dikabarkan ada sekelompok makhluk aneh keluar dari dasar laut di Segitiga Bermuda... reporter kami menjelaskan bahwa sepertinya ini adalah tanda2 alien... atau tanda2 kiamat yg sudah mulai dekat "
" Paman, Mereka datang! "
" Alien itu kah... para monster dari Planet INSEKI itu, Apa sebenarnya tujuan mereka? "
" Baiklah Arta, lebih baik lupakan untuk tinggal di rumahku... kita bergegas... kita harus keluar dari Afrika Selatan, Paman punya beberapa usul untuk ke negara lain, ada banyak mitra Paman tersebar di seluruh dunia... sesama Arkeolog "
" Baiklah, Paman! "
Berita update itu langsung membuat kami berdua gempar...
Dan akhirnya Paman memutuskan untuk kami pergi keluar dari Afrika Selatan sesegeranya.
Kami pun keluar... namun terlambat... gerakan2 tragedi itu cepat sekali menyebarnya...
" Paman... Awasssssssss "
zyungggg, benda2 yg mirip EAGLE BUG terbang kesana kemari di Afrika Selatan... dengan penunggangnya yg sudah jelas para monster liar itu... kusebut apa mereka ini... penghuni INSEKI... itu artinya ' Inseko '.
" Ayo Paman! lewat sini "
Kegemparan kota pun terjadi...
" Paman tunggu disini, aku akan bertarung "
" jangan nak, berbahaya... "
" tidak apa-apa Paman... siapa lagi yg akan menghentikan kekacauan ini kalau bukan aku "
HENSHIN...... EAGLE BUG..... DATANGLAH KAWAN...
' ROGER... ROBO ' Zwingggggg,
" mereka juga terbang sepertiku... bagaimana cara mengalahkannya "
' coba form-mu ROBO... ucapkan nama dengan benar '
" Hah? Apa lagi ini? ngomong jangan berbelit-belit donk... "
' Ragoon dan Felix, sebut salah satu dari mereka, kawan ,ROBO '
" baiklah... RAGOON "
zyufffffffffffff ... ah.. apa ini siku lengan kiriku mengeluarkan sesuatu... wajah... ihhh monster... seram nch...
' tenang ROBO, itu Ragoon... teman Alyx '
biru... aku menjadi biru... lalu ini... tombak... benar juga, ayo bertarung EAGLE BUG-ku...
' baik ROBO '
' apa-apa'an ini? mana Alyx... siapa kau? ' Ragoon... ahh... lengan kiriku berbicara... ahhh seram... (x_x)
" maafkan aku tuan Ragoon, Alyx telah tiada karna melindungiku... hendak menghentikan mereka itu "
' ohhh, aku paham sekarang... baiklah anak muda... Alyx memang prajurit sejati... mari nak bertarung bersamaku, tunjukkan semua kemampuanmu... lawan mereka... para Driad itu...
" oh... Driad ya, kukira inseko... " kataku dalam hati.
Pertarunganku bersama Ragoon cukup heboh juga... bersama EAGLE BUG juga... kendaraan yg bisa terbang, pertarungan langit yg menegangkan...
jratzzz jratzzz... satu persatu Driad kukalahkan...
" Lalu apa lagi nch tuan Ragoon? "
' lakukan finisher nak, scan tubuhku ini... maksudnya lengan kirimu ke hercules driver... lalu genggam tombak itu dengan lengan kiri... aku... maka jurus pamungkasku 'DROP BREAK' akan keluar, cepat ' kata Ragoon...
Aku lalu melakukan semua yg diperintahnya... dan DROP BREAK finisher... langitnya jadi bersih dari polusi... maksudku para Driad.
Aku lalu turun untuk menemui Pamanku... akan tetapi...
" Lari Arta!!! " teriak Pamanku...
Seseorang ber-Armor mirip kumbang sama sepertiku... melakukan seperti SHOCKWAVE ke Pamanku... DARRRRRR.
" Paman!!! Siapa Kau bedebah??? Apa kau ini sama dengan si Kecoak? dasar sialan... hyaaaaaa, lakukan finishermu lagi tuan Ragoon "
' baiklah! aku mengerti nak '
tapi... seranganku dengan mudah ditangkisnya...
" Siapa kau ini? kau bukan Alyx... " kata Armor Kumbang.
" ugh... aku ini bertarung demi apa? Pamanku sendiri tak bisa kulindungi... "
' tenanglah anak muda... cepat tancapkan tombak keadilanku ke tanah... lalu genggam yg kuat nak... aku akan melakukan teleportasi, kita mesti kabur... Pamanmu... tidak ada orang sehebat dia... yakinlah... Saat ini kau lebih dibutuhkan untuk dunia ini, cepat lakukan '
" baiklah tuan Ragoon... hikz Paman "
" Kau pikir aku akan membiarkanmu " kata Armor Kumbang...
' cepat nak... ' zwuffffffffffffffffffffff
" hmmm... dia melarikan diri "
bagian 3 selesai... ditutup dengan Paman Arta yg meninggal dunia, " Sidarta " di usianya yg ke 72 tahun. Tragis  


KR Adventurer ' Ragoon Style '
KR Keeper

Kamen Rider Adventurer BAGIAN 2: MESIN WAKTU???

selanjutnya di KR Adventurer...

BAGIAN 2: MESIN WAKTU???

Saat ku tersadar dari pingsanku aku sudah berada di tanah lapang... dengan rumput2 kering dan sudah tak ber-Armor lagi...
Setelah aku menuju kota dan kulihat 'orang-orang' yg sudah tidak asing lagi bagiku... baru kuketahui aku sudah berada di bumi lagi, aku lalu bertanya pada penduduk sekitar menggunakan bahasa inggris... karna 'bahasa indonesia'ku tidak mungkin di mengerti kan.
Barulah aku tahu... saat ini aku tengah berada di Afrika Selatan, Awalnya aku hendak melapor bandara setempat... untuk menyampaikan kondisiku, namun aku teringat kata2 Alyx untuk merahasiakan semua ini.
Aku lalu membuang semua kartu tanda pengenalku... dan memulai hidup baru disini ' Afrika Selatan '.
Sempat timbul tanya dalam kepalaku... ' Apa yg sudah terjadi padaku semua itu cuma mimpi kah? '. Untuk memastikan ini... segeranya aku mencari cara untuk HENSHIN.
Aku mengingat sesuatu tentang Hercules Driver/Hercules Stone... seperti kata Alyx... kalau itu bukan mimpi... berarti ada sesuatu di tengah perutku... aku mencoba melakukan banyak gerakan menyentuh bagian tengah perutku... namun tidak berhasil juga.
Tapi satu hal yg sudah jelas kupastikan... saat ini tanggal 15 Desember 1948, itu artinya sudah 5 hari berlalu sejak penerbangan terakhirku hendak menuju Amerika (10 Desember 1948). Itu berarti... tidak mungkin ini hanya mimpi... Apa yg sudah terjadi padaku selama 5 hari itu, kenapa aku disini, bukan di hotel bandara, Amerika.
Yg jelas... sekarang aku harus berhasil melakukan HENSHIN untuk memperjelas semuanya.
Karna kesal... sudah melakukan banyak cara namun tidak mendapatkan hasil juga, aku meninju ranting pohon yg cukup tinggi di atasku dengan tangan kananku, seketika cahaya aneh muncul... berwarna hijau kehitaman... di punggung tanganku... hey... ini nyata... Hercules Driver berhasil aku munculkan, batu bundar berwarna hitam di punggung tangan kananku ini. Lalu bagaimana selanjutnya... oh... sepertinya aku harus menyentuh bagian tengah perutku... dan...
' ZUFFFFFFFFFFFFZZZZZZZZZZZZZZZ '
Aku berhasil Berubah. Yeahhh... ternyata begitu caranya, lalu bagaimana caraku kembali ke wujud manusia lagi... ternyata hanya cukup memikirkan ' seperti melepas baju '...
Bukan dilepas manual... tapi pikiranku yg ingin melepas henshin yg menghentikan wujud Henshin...
yeayyy Aku Berhasil... ini nyata...
Aku lalu mengambil kesimpulan... caraku henshin adalah... mengangkat tangan kananku ke atas... menunjukkan punggung tangan... setelah muncul hercules driver... aku meletakkan tanganku itu ke bagian tengah perut... dan HENSHIN.
Aku lalu memikirkan nama yg keren untuk HENSHIN-ku ini... umf apa ya... oh... ' ADVENTURER ', soalnya aku senang bertualang... ya... nama ini saja.
Lalu... kalau memang ini nyata... kenapa aku bisa sampai di bumi lagi... aku lalu henshin lagi sambil memikirkan caraku kenapa bisa sampai menyebrang dari planet lain ke planet bumi lagi.
Apa ya??? apa mungkin aku memiliki sebuah kendaraan khusus...? aku lalu berteriak ' HERCULESSSSSSS ', dan...
ZWINGGGGGGGGGGGGGGG... sesuatu benda di kejauhan terbang ke arahku... wahhhh apa itu... musuh... aku sudah siap bertarung.
Namun... bukan... itu... sebuah kendaraan yg bisa terbang?? waw... awesome... cool...
Disitu tertulis ' HERC CYCLE ' hmmm... lebih baik kunamakan EAGLE BUG... ok, kau adalah kendaraanku sekarang... Alyx sudah tiada...
Dan... ' BAIKLAH ', suara mirip dron... mirip robot... berkata kepadaku, wahhh... kendaraan yg bisa bicara ya, keren banget.
' PRAJURIT YG BARU, AKU ADALAH ' MESIN WAKTU '-mu '
begitu katanya selanjutnya.

Kamen Rider Adventurer BAGIAN 1: UNDER WORLD

BAGIAN 1: UNDER WORLD

<tsk tsk> [suara TV] " Berita mancanegara, dikabarkan satu pesawat kembali menghilang di segitiga bermuda, Bandara terdekat gagal melakukan kontak dengan pilot ' Dyan Arta '... saat ini pihak Pemerintah terdekat masih menyelidiki tentang keanehan di segitiga bermuda... mengingat ini sudah menjadi peristiwa ke 145 per tahun ini (1948) "
Itu berita yg sudah lama sekali... tentang keanehan di segitiga bermuda... saat ini... era millenium... tahun 2022, Aku ' Dyan Arta ' masih bertahan sampai sekarang... tanpa kusadari... setelah peristiwa itu... aku jadi memiliki keabadian... ya... walau aku bilang tadi namaku adalah ' Dyan Arta ', tapi kenyataan sebenarnya Dyan Arta sudah lama dilupakan... aku bertahan di keabadian (umur panjang)-ku ini dengan memiliki banyak nama yg terus berganti-ganti di saat yg sudah kutentukan.
Namaku di tahun 2022 ini... adalah... ' EAGLE ', aku bekerja sebagai mekanik pesawat... di Perusahaan tempat aku dulu menjadi Pilot di tahun 1948, ya... tapi itu dulu... sekarang tidak ada lagi yg benar-benar mengenaliku... Apa benar???
Semenjak kejadian itu...

<FLASH BACK> 1948

mayday mayday... Elang 5 melapor kepada Menara Pusat... tolong segera direspon... ganti...
tiba-tiba ada arus angin aneh menarik kapal kami ke bawah... apa yg harus kami lakukan Menara Pusat... tolong jawab kami... ah.... ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
[PESAWAT TERTARIK KE ARAH BAWAH/LAUT]
Saat itu kupikir aku sudah berada di Dunia sana... dan mengingat kehidupanku yg banyak melakukan DOSA... sepertinya lebih cepat rasanya aku terkirim ke UNDER WORLD (Neraka/Hell)...
Namun arus angin itu... yg mengarah ke bawah... ke laut... ternyata itu bukan benar-benar laut... ada Lubang Hitam di tengah-tengahnya... dan mengirimku beserta awak dan para penumpang ke dunia yg tidak kami kenal...
Apa kami sudah mati? Tidak... kami belum mati... kami terkirim ke dunia lain... yg bukan bumi...
Dan... terdengar suara gemuruh dari kejauhan yg semakin mendekat...
' Kita dimana Kapten? ' tanya Co Pilot ku Setiawan...
' Aku juga tidak tau,wan... hey bunyi apa itu '
Ternyata sebangsa monster... dan orang-orang yg mengenakan semacam armor sedang berperang... dan semakin mendekati lokasi kami.
' Gawat kapten... lariiiiiiiii '
ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
dengan cepat monster-monster itu menuju arah kami... naas... Co Pilot ku terbunuh... mengetahui itu aku tidak hanya diam saja... kulawan beberapa monster sebisaku...
Lalu seseorang dengan armor mirip kumbang hercules mendekat ke arahku... dan melindungiku... hebat sekali caranya bertarung...
namun... jratzzz... seseorang ber-armor mirip kecoa malah menusuknya dari belakang... Ada apa ini? Apa yg terjadi? pikirku...
setelah menusuk si armor kumbang hercules... si armor kecoak lalu pergi ke arah monster...

Aku lalu mendekati armor kumbang hercules yg melindungiku tadi... dia lalu melepas helmnya... Awalnya aku tidak mengerti bahasanya... kemudian dia meletakkan tangan kananku di batu aneh di bagian tengah perutnya... zunggg... seketika aku merasakan hal aneh... aku terselubung kostum aneh... dan kulihat dia... wujudnya seperti monster juga... dia lalu berkata ' Pejuang yg sudah kupilih... kembalilah ke duniamu secepatnya... gunakanlah hercules driver yg kuberikan ini dengan maksimal... ketahui ini... Zora telah berkhianat... namaku Alyx... dan ini akan menjadi rahasia kita berdua... umurmu akan panjang... tapi ingat... jangan sampai seseorang menusuk jantungmu... ' dan lalu dia mati dengan penuh kebanggaan.
Dan lalu entah bagaimana aku mencoba kekuatan yg telah memilihku ini... Aku kembali ke duniaku... tepatnya dalam wujud manusiaku lagi... tanpa armor... di Afrika Selatan.

Rabu, 31 Mei 2017

Apa Aku Dibutuhkan!? bag.4 end ~

  • “ Namanya Miranda ya... “ pikirku dalam hati, lalu kuhampiri kesitu. “ Hey, lepasin dia! Ada apa ini? kasar banget kamu sama cewek “ sahutku “ Siapa lo? banyak cincong, gw beri juga lo... makan nch bogem gw “ dia lalu mengarahkan tinjunya ke arahku. Tapi kutepis dengan mudah, lalu kubalas dia berkali-kali lipat... Sebab almarhum guruku juga mengajarkan silat kepadaku dulu... kalau untuk satu lawan satu aku jauh lebih percaya diri. Setelah babak belur dia... si pria kasar itu kabur tanpa berkata apa-apa. Karna gertakanku ini bukan gertakan sambal... sebelumnya ku bilang padanya “ Lebih dari ini kamu cari masalah sama saya dan cewek ini... pertarungan berikutnya saya pastikan kamu mati “


  • Kemudian kuhampiri mbak Miranda... dia menangis, “ hikz hikz “ “ Mbak gapapa kan? “ “ iya, saya gapapa... makasih mas udh nolongin saya lagi “ “ emank yg tadi itu siapa sch mbk? “ “ dia itu pacar yg saya bilang menjual saya ke germo “ “ kurang ajar, laki-laki jahanam, tapi tenang aja mbak “ “ saya antar pulang, boleh mbak? dimana rumah mbak? “ Miranda mengiyakan ajakanku mengantarnya pulang. Dan ketika sampai di tujuan, ternyata Rumah Miranda juga tidak besar... tidak jauh berbeda dari rumahku. Rumah kumuh yg membuat sengsara pikiran manusia... yg selalu menimbulkan pergunjingan tetangga, malu dengan teman, dan perasaan bercampur aduk lainnya. Tapi tidak sekarang, saya sudah lebih berbesar hati... menerima keadaan yg cukup sempurna.

  • Miranda tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepadaku. Lalu aku berpesan padanya untuk menghubungiku bila laki-laki tadi membuat masalah lagi dengannya, yg artinya kutinggalkan nomor HP-ku padanya (Miranda). Aku lalu memulai aktifitasku lagi seperti biasa, setelah kutinggalkan tadi sebentar, menjadi pelukis jalanan... mengais rejeki hari ini. Malamnya, aku kembali berbincang-bincang lewat sms dan social media dengan Susan. Tak kuduga... Susan menyatakan perasaan sukanya padaku malam itu lewat inbox... Katanya perkataanku yg menyuruhnya untuk kuliah lagi direspon orang tuanya... orang tua Susan kembali bangga dengan Susan... penilaian Susan terhadap Orang Tuanya selama ini yg tidak perhatian ternyata memang salah. Dia juga berkata telah menceritakan tentangku ke kedua Orang Tuanya itu... sambungnya lagi... Susan besok mau mengajakku ke Rumahnya menemui kedua Orang Tuanya yg ternyata sedang libur kerja besok. Aku lalu berkata di inbox membalas Susan... “ Susan, saya bangga kamu mulai perhatian lagi dengan kuliah... khususnya kepada orang tuamu juga, tapi saya tidak bisa menerima perasaan suka kamu ke saya... saya ini cuma orang biasa... dan lagi saya menganggap kamu adik yg baik, jadi kita tetap hubungan baik aja ya... OK “

  • Kurasa Susan bakal kecewa dengan jawabanku itu. Dan ternyata benar... Susan memang kecewa... dia memasang emoticon sangat sedih di inbox. Kemudian menutup perbincangan kami malam itu... Aku pun ikut sedih, namun tiba-tiba panggilan telepon datang dari nomor asing... kuangkat... “ ya, Hallo “ “ mas... keluar yuk, ke jembatan yg waktu itu lagi, saya mau ketemu mas “ “ oh, mbak Miranda ya... ok saya kesana, tunggu sebentar “ Setibanya di jembatan itu Miranda lalu tiba-tiba langsung memelukku. “ lho... kenapa ini mbak? “ “ saya jadi suka nch sama mas “ “ masa secepat itu... “ jawabku. “ mas curang udh tau nama saya... tapi saya belum tau nama mas “ “ nama saya Luis “ “ tapi mbak Miranda jangan langsung begini... sebenarnya saya kesini malah punya satu usul untuk mbak Miranda “ “ apa? “ katanya (Miranda). “ ada baiknya mbak tinggalin kerjaan mbak yg sekarang, saya punya kenalan di Perusahaan cukup ternama... katanya sedang membutuhkan Office Boy (Girl). Kalau mbak berminat... besok datang ke tempat kerja saya “ Aku lalu mengakhiri perbincangan kami dan langsung pulang... meninggalkan Miranda sendirian di jembatan itu.

  • Besoknya Miranda datang... Dan mengiyakan usulku, akan tetapi hal yg tidak terduga datang juga di saat bersamaan... Susan datang juga pada waktu yg bersamaan dengan Miranda (walau kenyataannya Miranda yg duluan). “ oh, jadi wis kamu udh punya yg baru... makanya... hikz “ Susan lalu berlari menjauh... Kebetulan yg tepat kenalanku itu datang... kubilang saja bahwa Miranda yg melamar... ini orangnya, aku segera menyusul Susan... “ Susan, tunggu! “ “ udh wis... gw paham “ “ jangan lari cepat-cepat, Susan “ teriakku. Susan lalu berlari ke arah jalan... seperti adegan film biasanya... Dia (Susan) tidak melihat ke ke kiri dan kanan lagi... sehingga ada Truk mendekat ke arah Susan... Namun karna aku yg menyesuaikan kecepatan... Susan kutarik kembali ke arah tepi jalan, sehingga posisi kami berganti... Aku yg tertabrak Truk. CKITTTTTTTT FUSHHHHH DAGHHHHHHHHHH


  • Suasana jadi gaduh... aku sekarat... Ambulance dengan cepat datang membawaku entah kemana. Dalam sekaratku itu... tiba-tiba masa lalu kembali terngiang di dalam pikiranku... tentang Pak Satrio, aku yg membenci kedua orang tuaku, dan segalanya. Dalam penglihatan yg samar2 itu di dalam Ambulance... aku melihat Susan. Oh sakit sekali rasanya, tubuhku merespon semua rasa sakit... Apa aku akan mati? Tiba-tiba saja aku sudah berada di ruangan yg penuh cahaya yg menyilaukan... dan kutebak ini adalah Ruang UGD. “ detak pertama, JDEPPP “ “ masih belum... beri tekanan yg kedua, detak kedua JDEPPP “ Aku bisa mendengar suara Pak Dokter yg sedang mengusahakan sesuatu... “ Apa aku dibutuhkan? “ “ Selamat tinggal semuanya, maafkan kakak ya adik2ku yg kakak sayang “ (kataku dalam hati) PIPPPPPP_____________________________________________


    TAMAT

Selasa, 18 April 2017

“ Dari ku menatap... Dan... lalu dia tetap “

  • Sepertinya hari ini bakalan jadi sibuk juga... seperti kemarin, Biasa kan, namanya juga hari-hari... selalu berganti... tapi tak hendak berhenti. Hahaha, ngomong apa? Namaku Dan... ‘ Dandi Rahman ‘ dan ini... cerita singkat yg selalu kurawat, tentang dia... yg selalu ada sekarang... ya! Cerita dimulai... Waktu itu, di bulan April yg cukup sejuk... aku masih dalam posisi menyelesaikan pekerjaanku sebagai pelukis keliling... Di taman itu, yg aku masih mengingatnya... Taman Bunga Rihana Sebuah taman dipenuhi bunga yg cantik-cantik, bukan hanya bunganya saja... tetapi perasaan yg dalam yg mungkin hanya dimengerti oleh seorang pelukis sepertiku... yakni ‘ perasaan tenang (tenteram/damai/sejuk). Seorang klienku memintaku secepat mungkin menyelesaikan lukisannya... ya... wajar donk... namanya juga pelukis keliling memang harus cepat... Tapi inspirasiku tidak habis kan... ! dan pada akhirnya kuselesaikan dengan cepat...

  • Setelah menyelesaikan lukisan klienku barusan, yg sepertinya dia puas dengan hasil buatanku itu... Tiba-tiba saja pandanganku berpaling pada satu sosok... Yg sudah tidak asing lagi bagiku... ya... dia... benar-benar dia... ‘ Lucile Hayati ‘ seorang artis dan model yg ada di taman ini juga setiap hari aku bekerja... Dia selalu duduk di bangku itu, di bangku tengah taman.. entah apa yg dia lakukan... Tapi aku selalu memiliki kesempatan... untuk diam diam melukisnya... Mungkin ini juga alasanku menyukai Taman ini... Inspirasi yg lain... tentang seorang gadis... yg selalu tersenyum... dan tak tau apa yg sedang dipikirkannya...

  • “ Bang, Lukis kami donk “, pasangan kekasih datang meminta jasaku... OK! lalu aku melukis mereka, tapi saat aku menoleh lagi ke arah bangku taman... Lucile sudah tidak ada... telah pergi... Yahh sayang pikirku, tapi sesuap nasi untukku hari ini jauh lebih berarti. Aku pulang bermandikan penat... Sebelum mandi, aku berbaring dulu di ranjang melepas lelah... Sambil berbaring aku melamun... sebenarnya bukan melamun sich... berpikir... Andai saja aku dapat pasangan Lucile... seperti sepasang kekasih bahagia yg tadi ku lukis... Apa Lucile akan bahagia bila bersama saya!?

  • Lama aku melamun, pintu rumahku ada yg mengetuk... ‘ DOK DOK DOK ‘ “ ya... tunggu sebentar... “ ‘ DOK DOK DOK ‘ lalu kubuka pintunya, JRENG ! Lucile... (aku berkata dalam hati, tapi apa benar ada kebetulan seperti ini) “ ada apa ya mbak ? ” “ mas, tolong saya... saya dikejar berandalan... saya udh ngetuk banyak rumah orang tadi tapi ga ada yg mau buka ” “ tolong mas, bentar lagi mereka datang! “ “ gimana ya? yaudah... cepat masuk “ ajakku. Aku mengintip dari jendela, benar saja... ada 3 orang... untungnya sandal Lucile sudah kumasukkan juga... dia sopan sekali... masuk tanpa sandal ke dalam rumah... wkwkwkwkwk


  • Saat kurasa keadaan sudah aman, aku lalu ke dapur mengambil minum... untuk kusuguhkan kepada tamu istimewaku ini... Lucile... wahhh angin badai datang... Lalu aku menanyakan alasan kenapa dia mesti lari... Baru aku tau bahwa ternyata Lucile memiliki rival... model juga sama seperti lucile... yg membencinya... Orang-orang tadi adalah suruhan model itu... kata Lucile namanya adalah ‘ Viona ‘. Kemudian Lucile memandang sekeliling dinding rumahku... “ wahhh... mas tidak menurun sedikit pun ya kemampuannya ” lho kog... apa maksudnya... padahal dia bukannya tidak mengenalku... kataku dalam hati. “ mbak kog bisa bilang begitu ” sambungku... “ saya selalu menatap mas waktu di taman... saya selalu melihat mas bahagia melukis orang-orang... setelah menerima hasilnya mereka jauh lebih bahagia lagi... mas hebat “ “ lukisan-lukisan ini juga seperti memiliki kebahagiaan yg lain dari yg lain” “ ada perasaan yg lain yg mas punya di tiap lukisan yg dibuat oleh mas “

  • Seketika aku hanya bisa terdiam saja... tidak berkata-kata... “ Sebenarnya saya berbohong tadi... saya tidak mengetuk rumah-rumah yg lain... saya tau tempat ini... karna saya yg mengikuti mas dulu... sudah lama sekali... “ “ saya langsung kesini... karna saya tau mas pasti mau menolong saya ” Aku jadi makin terdiam mendengar setiap perkataan Lucile... Apa yg sedang TUHAN rencanakan padaku sekarang? aku kembali bertanya dalam hati... “ mas kog diam aja... mas tau kan saya artis... nama saya Lucile Hayati “ “ saya tau... tapi alangkah baiknya mbak Lucile cepat pulang... sebab... pihak dari mbak nanti malah mencari-cari mbak dan bingung juga khawatir “ jawabku panjang setelah lama diam. “ tapi ada yg ingin saya pastikan lebih dulu mas... “ Lucile lalu semakin mendekat padaku... ditatapnya mataku tajam... “ TERIMA KASIH “ katanya... “ mbak kenapa sich? ” “ pasti mas Dan lupa kan... “ lho... sekarang dia malah sudah tau namaku... padahal belum kuberi tau. (aku bicara dalam hati)

  • “ Saat usia saya 15 tahun... waktu itu saya sakit keras di RS dekat taman... RS WALUYO, pasti mas tau kan... saya menderita kanker kulit stadium 2... yg membuat saya tidak boleh berlama-lama di luar “ “ Lalu waktu itu... mas datang untuk melukis salah seorang pasien di sampingku... setelah melukisnya... dengan wajah ceria pasien itu terus menatap lukisan mas... lukisan dia yg sedang berada di bangku taman di bawah sinar mentari yg hangat “ “ Mas kemudian berkata ‘ pasti kamu sembuh... soalnya saya mau duduk disitu juga nanti sama kamu, biar saya lukiskan apa itu bahagia ’ ” Padahal mas tidak tau bahwa dokter sudah memfonis dia akan meninggal besok... Anak itu menyenangi lukisan... karna orang tuanya tau itu makanya mereka menghadirkan mas disitu “ mas tau... setelah mas pulang... apa yg dia bilang kepada orang tuanya... ‘ ayah, ibu... kakak tadi baik ya... kira-kira siapa ya yg mau duduk di bangku nanti bersama kakak untuk menggantikan aku ‘ Orang Tuanya hanya bisa menangis... namun anak itu lalu menghibur orang tuanya... ‘ ayah, ibu... kakak tadi tidak jahat kog... kenapa ayah dan ibu malah menangis... saya justru bahagia mendengar perkataannya barusan ‘ Besoknya dia meninggal... karna dia... saya jadi penasaran dengan mas... dan sejujurnya... saat menatap mas Dan... dari awal saya juga bahagia... saat mas melukis teman sepesakitan saya itu... mata mas jernih... itu sebabnya saya bertekad untuk sembuh... dan sekarang saya sudah sembuh... dan menunggu di bangku taman... “


  • Astaga! aku berkata lagi dalam hati... Hikz Hikz... aku menangis mengingat dia yg memang kuingat... anak itu... senyum anak itu... saya sudah bersalah... Karna aku yg menangis... Lucile lalu memelukku... lalu dia berkata... “ mas... bukan... Dan... dari aku menatap... dia lalu tetap... dan dia itu adalah mas Dan sendiri “ “ mas mau kan duduk di bangku taman bersama saya “ sambung Lucile... walau dipenuhi rasa bersalah... saya memeluk Lucile juga... “ TERIMA KASIH, Lucile “ hikz hikz... beginilah... cerita singkatnya... o iya... hari ini aku sibuk... udah dulu ya... aku mau ke Galery Seni pribadiku... (kenaikan jabatan sebagai pelukis ternama) n’ tapi tetep... kerja sampinganku masih kog... melukis di taman itu... tapi sedikit berbeda... karna kali ini... aku harus duduk bersama dia... di bangku itu...
    ~ SELESAI ~


    DANDI RAHMAN