Selasa, 24 Februari 2015

Apa Aku Dibutuhkan!? bag.2

wah... aku harus bagaimana ini? tas gadis tadi ada di salah satu diantara mereka pastinya... yg jumlahnya jadi 15 orang dengan pencuri yg barusan.
mau melawan mereka semua sama saja dengan aku menghantarkan nyawaku sendiri. Untung saja dewi keberuntungan waktu itu menyertaiku... ada satpol PP dan polantas lewat sekitar situ... kupanggil saja sambil teriak sekencang-kencangnya" Maling Maling... Pak ada Maling ". Mereka yg berjumlah 3 orang ( 2 satpol PP 1 polantas) merespon teriakanku...
Para maling itu lantas pergi meninggalkan tas si gadis. PP dan Polantas mengejar mereka semuanya. Ya! yang jelas aku menghaturkan puji dan syukur yg besar kepada TUHAN atas segala perlindungan dan pertolongan-NYA kepadaku... sungguh keberuntungan yg tak terduga.
Aku bergegas mengambil tas itu, kulihat isinya sepertinya tidak sedikit pun ada kekurangan... aneh, dasar pencuri yg bodoh dan juga aneh.
Akhirnya kujumpai lagi gadis sombong itu dan kukembalikan tasnya... dia meneliti kembali isi tasnya dan memang benar dugaanku... tidak sedikit pun ada kekurangan. Dia lalu berterima kasih sekali kepadaku... sempat juga dia menyodorkan sejumlah uang... tapi jelas saja kutolak.
Lalu dia memperkenalkan dirinya padaku... namanya " Susan ". Dia lalu memasukan no. HP-nya ke HP-ku. aneh... dasar gadis aneh...
berkali-kali kunasehatkan dia tentang kejadian barusan, dia hanya mengiyakan seolah paham... tapi kurasa dia hanya menatapku saja tidak mempedulikan nasehatku... dasar gadis aneh, gadis pertama yg kukenal dalam kehidupan hampaku.


Kegiatan lukis melukis dan transaksi penjualannya pun terus berlanjut... ya hasilnya hampir sama setiap harinya, selalu kusisihkan demi menyongsong masa depan adik-adikku. Yg berbeda... Susan sekarang selalu datang berkunjung dan ternyata dia mengindahkan nasehatku " jangan menor-menor dan membawa barang-barang mewah saat berjalan... dan jangan mengalihkan pandangan saat berjalan, tetap fokus pada keadaan sekitar ".
Apa dia datang untuk menggodaku atau apa karna sudah berhari-hari ini... aku di-sms olehnya dan bahkan social mediaku pun tak henti-hentinya berisi pemberitahuan darinya.
Mungkin ini yg sering dibahas di film-film ya... saat seorang pria berhasil menolong seorang wanita, maka jasanya akan selalu dikenang... bahkan sang wanita akan selalu memberi perhatian khusus terhadap si pria, ya seperti aku sekarang ini. dasar aneh...


Susan menanyaiku sudah makan atau belum, aku jawab saja sudah... padahal belum haha.
Siang itu menjadi obrolan yg panjang sekali dengan Susan... kubilang saja " san... kamu ga kuliah? "
" ga... males "
" ya ampun... kenapa? kan orangtua kamu sanggup nguliahin kamu kenapa kamunya males? "
" ihh, kamu tu kayak orangtuaku aj ya... anak itu ga butuh hanya dapat harta aj dari orangtua... harus dapat perhatian dan kasih sayang juga kan "
dan dari perkataannya barusan... barulah aku paham perasaan seorang Susan... tapi jelas saja sikap seperti ini salah.


 " San... gw boleh ngasih pendapat ga? "
 " Boleh aj wis... apa? "
 " gw rasa sikap lo ini salah... lo harusnya bisa ngerti juga perasaan orangtua lo... mungkin mereka stress dengan pekerjaannya "
 " emank lo tau orangtua gw... jangan kepo dech "
 " bukan... jujur ya, gw jg dulu sama kayak lo yg sekarang selalu nyalahin orangtua gw... tapi dalam kasus lo... lo lebih beruntung, larna lo orang yg berkecukupan, sedang gw apa orang yg ga mampu... orang yg ga punya "
" tapi untung gw dulu punya seorang guru yg nyadarin sikap gw ini... tapi dia udh ga ada sekarang, hanya nasehatnya aj yg selalu membekas di pikiran gw ini San "
" kalo lo seseorang yg baik... pasti lo bakalan ngerti apa yg gw sampein barusan... kita juga ga boleh egois sebagai seorang anak... harus bisa saling memahami ".
Susan hanya terdiam... seakan tak percaya... apa dia sanggup melakukannya, untuk memahami orangtuanya sendiri.


Dan guru itu masih sama dan akan selalu sama... ya almarhum Pak Satrio... Guru yg selalu menjadi panutanku sampai sebesar ini badan dan pikiranku. Dan perbincangan di siang ini ditutup... Susan pulang dengan pikiran yg seakan tersugesti. Malamnya dia bahkan tidak meng-smsku, social medianya pun tak aktif... senang pikirku, tapi ternyata salah... rasanya sepi sekali kalau dia tidak menghubungiku.
Sangking bosannya aku keluar... hendak mencari angin segar di malam yg sunyi sepi begini di lingkungan kumuh.
Aku keluar... ke jalan raya menuju jembatan, hendak melihat sungai...
Tak sengaja aku melihat sosok wanita yg sexy sekali, waw. Jangan-jangan dia wanita panggilan...
Dari gerak-geriknya seperti dia sedang ragu akan suatu hal...
Dia memandangi sungai lama sekali...
Tunggu dulu! jangan-jangan dia hendak bunuh diri... wah gawat, aku segera saja bergegas menghampirinya...
Dan benar saja, dia mengangkat kakinya yg sebelah hendak memanjat pinggir jembatan...
" mbak ngapain? " aku segera menegurnya.
" kamu siapa? " katanya.
" saya orang asing... bukan warga sekitar sini, tapi mbak tadi mau ngapain? mau bunuh diri ya... " sekenaku.
" iya... emanknya kenapa? kamu siapa larang-larang saya? "
" kalo mbak bunuh diri... berarti mbak udah berani donk ngelawan TUHAN... waw kuat sekali. mbak punya keyakinan yg dianut kan "
" iya... saya putus asa mas... hiks hiks... ga tau harus gimana lagi "

BERSAMBUNG
Pak Satrio
Susan

Kamis, 12 Februari 2015

Apa Aku Dibutuhkan!? bag.1

·         Beginilah akhirnya… mungkin akan selalu menjadi  kesedihan yg setia menemani diri ini.
Namaku Luis… orang paling menyedihkan di dunia… mungkin.
Terlahir dari keluarga miskin… di pemukiman kumuh yg seperti bukan kehidupan…
Usiaku saat ini telah menginjak 18 tahun, dan sampai saat ini pun aku terus menyalahkan kedua orang tuaku... ya… setidaknya sampai aku bertemu dengan seseorang…
dia adalah guruku yg selalu memperhatikan aku dan yg lainnya…
satu-satunya guru yg mau mengajar di pemukiman kumuh “ Pak Satrio “.
Dia memberikan pengajaran yg baik kepada kami semua… anak-anak  terlantar yg tak mampu bersekolah karna mahalnya biaya di jaman ini.
“ Kalau kalian ingin menjadi manusia… setidaknya kalian harus hargai orangtua terlebih dahulu “ kata-katanya yg akan selalu kuingat.


·         Pernah di suatu hari aku diajak ngobrol empat mata bersamanya… Aku ingat betul saat itu…
“ Matamu itu nak… perasaan yg sangat rumit dijelaskan… saya mengerti kehidupan yg diemban generasi muda… memang orang tua yg egois dan juga kasihan… “
“ Apa yg mesti dikasihani? Mereka Lemah… ? “
“ terus… apa kamu sudah merasa kuat? Kalau kamu kuat topang mereka sekarang juga… buat apa mengeluh karna hidup? “
“ tapi saya kan masih anak-anak pak… “
“ mereka juga sama… orangtua juga anak-anak… mereka pernah melewati masa anak-anak… dan mungkin pernah merasakan rasa sakit yg sama… apa kamu pernah berpikir begitu Luis? “
“  tidak… apa saya yg salah guru? Apa saya yg terlalu egois? “
“ karna keadaan… keadaan yg sulit ini membuat manusia menjadi lemah sikap… Luis, termasuk kamu sekarang… menyalahkan keadaan… “
“ tapi saya tidak mau susah guru… saya terlalu banyak melewati hal sedih… hikz hikz… “
“ kalau begitu kemari… bersandarlah di pundak gurumu ini… menangislah yg banyak… tumpahkan semua perasaan… dan guru yakin kelak kamu juga bisa memahami… apa itu kehidupan! “
“ Guru yakin… kelak kamu akan jadi orang besar yg dipandang semua orang… dan mau membagi perasaan yg sama kepada orang susah “
“ hikz… hikz… “


·         Nasehat guruku entah kenapa selalu terngiang dibenakku… hingga usiaku sekarang mencapai 29 tahun, banyak yg telah kujalani… bagian-bagian dari kehidupan…
yg jelas aku sekarang telah berbesar hati…
Aku tak pernah menyalahkan kedua orang tuaku… walau saat ini aku masih hidup dalam lingkup kemiskinan… setidaknya aku telah menamatkan SMA-ku…
dan guruku itu… walau ia sudah tidak ada di dunia lagi sekarang… setiap nasehatnya tak akan aku lupakan sampai kapan pun juga.


·         Aku bekerja menjadi pelukis jalanan sekarang. Hasilnya ya lumayan saja untuk uang dapur ibuku… dan untuk mengobati ayahku yg sedang sakit sekarang…
Adik-adikku juga… kedua adikku itu terus kuperjuangkan… yg jelas.. mereka harus mendapat pendidikan yg layak dibanding aku kakaknya. Aku berencana menguliahkan mereka… makanya saat ini aku menabung… meski sedikit yg kutabung tiap harinya…
namun aku yakin… aku sanggup mewujudkan impian kecil itu.


·         Wilayah tempatku melukis ramai dikunjungi orang, ada para karyawan karyawati… para turis asing, juga lokal… orang-orang biasa dan yg berada pun ada…
namun ya tetap saja, meskipun banyak… daya saing secara sehat tetap digalakan disini… untuk sesama pelukis jalanan…

·         Suatu hari aku melihat gerak-gerik aneh dari seorang pria di pertokoan… yg telah kuduga sebelumnya berprofesi pencuri…
Dan ia terlihat sedang menunggu mangsanya, dan kulihat gadis sombong lewat dengan sejuta aksinya yg mengundang mata-mata bengis untuk segera menghampirinya…

Dan betul saja…
Tasnya diambil paksa… gadis itu hanya mampu berteriak minta tolong, tak ada yg bergerak…
Aku pun akhirnya turun tangan, kukejar pencuri itu…
Dan saat kukejar… ternyata komplotannya yg berjumlah 14 orang menunggu disana…
“ Mati Aku “ pikirku.


BERSAMBUNG
Luis

Selasa, 06 Januari 2015

Kamulah Yang Ku Cari bag.4 " SIMBOL CINTA " END

Tak bisa kuelakkan lagi tamparannya yg lumayan keras itu... ya Ria marah padaku entah mengapa, namun sepertinya aku mengetahui alasannya...
Kubiarkan saja dia dengan luapan emosinya itu... katanya
" Gw bukan cewek murahan tau yg bisa lo perlakukan seenaknya "
Aku hanya bisa terdiam... karna kusadari memang akulah yang salah. Setelah mengatakan itu Ria keluar kelasku... teman-teman sekelasku jadi bengong semua... termasuk Ryan dia jadi kecewa terhadapku sekarang karna kejadian barusan.
" Jadi lo ngejual Ria sama Gw nda... parah lo ini "
Nich makan nich... dia menghantamku dengan pukulan-pukulannya sekeras mungkin. Aku kembali hanya bisa terdiam... teman-temanku yang lain sempat ada yg melerai Ryan yg menghajarku tapi tetap saja sia-sia. Tubuhku wajahku telah dipenuhi dengan hujanan pukulan dari Ryan... 
Akhirnya aku masuk UKS lagi...


Aku pun pingsan sejenak... gawat pikirku.. prestasiku di sekolah bisa rusak karna hal ini... orangtuaku bisa kecewa karnaku yg selalu terlibat perkelahian akhir-akhir ini..
Tanpa kusadari sosok yg selalu dekat denganku sekarang muncul lagi...
Ya! dan dia adalah Ria Agustia lagi... tak tau darimana dia mendapat kabar, sekarang dia merawatku kembali di UKS.
Aku tersentuh juga sedikit kesal...
" ngapain lagi Ria? bukannya ini yg lo inginin dari gw... memperparah kehidupan gw yg udah parah ini... udah puas belum!? "
" gw... ukh hiks hiks bukan ini yg gw pengen nda... gw itu suka sama lo nda... lo itu cowok baik pertama yg selalu baik sama gw... jadi gw mulai merhatiin lo sekarang... cuman lo selalu menghindar.. gw nya jadi bingung "
what? bukan lo yg bingung Ria... melainkan gw.. bisik gw dalam hati.


Kembali kuterdiam... Ria seakan menunggu sebuah jawaban yang sebenarnya kesannya terlalu terburu-buru menurutku.
" Ria... lo tau ga... ada kata-kata begini ' saat seorang wanita mengikuti seorang pria... pria itu akan bertindak seolah-olah sang wanita adalah sebuah gangguan... namun sang pria juga merasakan rasa senangnya secara bersamaan ' paham ga? "
" maksudnya? "
" Gw sebenarnya suka sama lo juga... cuman yg namanya pria itu memiliki tanggung jawab di pundaknya... jadi kalo lo terus ngikutin gw gini... tanpa lo mikirin masa depan lo dan gw juga yg lari dari pikiran tentang masa depan gw sendiri... hubungan kita ini nantinya ga akan berhasil "
" Gw berharap dengan jawaban gw ini lo bisa paham... sedikit mengerti beban gw yg sekarang... kalo lo emank beneran suka sama gw... biarin gw ngejalanin hidup gw yg sekarang ini... kalo gw berhasil gw akan jemput lo... itu juga kalo lo masih mau nungguin gw. "
YANG NAMANYA LAKI-LAKI PASTI MENEPATI JANJINYA SELAMA ITU MASIH MAMPU UNTUK DILAKUKAN...
jadi... untuk sementara dan mungkin akan menjadi seterusnya berhentilah ngejer gw Ria Agustia...
ini demi kebaikan kita juga. 


Setelah mendengar kata-kataku entah apa yg ada di pikirannya sekarang... dia tidak keluar seperti kemarin... dia masih merawatku sekarang. Tebakanku.. mungkin dia puas dengan jawabanku tadi...
Dan merasa memiliki harapan yang besar terhadapku karna telah mengetahui rasa sukaku padanya. Ya! Dasar memang wanita... penuh misteri namun disisi lainnya penuh dengan kasih sayang dan cinta kasih.
Aku pun mulai tertidur kembali seperti keadaan pingsan barusan... mungkin aku memang butuh istirahat.
Dan karna kondisiku yg sekarang... aku ijin dari tempat kerjaku.
Dan saat aku terbangun...
semua teman-teman sekelasku dan beberapa murid lain berkumpul di ruangan UKS ini...
dan ada Ryan juga...
" SURPRISE.... " kata mereka...
suasananya jadi hiruk pikuk... ada apa sebenarnya...
" SELAMAT ULANG TAHUN Venda Jerry " sahut mereka semua bersamaan...
ada Ria juga dan beberapa guru yg dekat denganku...
ahh sial aku memang tidak mengingat hari ini hari kelahiranku... tgl 7 januari...
tapi mengapa Ryan tadi memukulku dengan sungguhan...
Dan baru kutau alasannya setelah beberapa teman menyampaikan semua rencananya kepadaku...
sebenarnya Ria sudah tau bahwa Ryan memang akan ada di Basville kemarin... mereka berdua bersekongkol untuk mengetahui jawabanku terhadap Ria pada hari ini...
uhh sial... tubuhku sakit tapi hatiku kog malah senang ya.
Dan Ryan dengan suara kencang mengumumkan...
" Teman-teman sekalian, bu guru pak guru yg kami cintai... ada berita penting nich... Venda sama Ria jadian lho.... kasih selamat donk yeeeeeeee horeeeeeee "
" HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE SELAMAT YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA "
Ria mendekatiku lalu memelukku erat... duh sakit... tapi senang...
dan beginilah yg orang sering sebut...
" SIMBOL CINTA " yg tidak lain adalah " KEBERSAMAAN " yg tak bisa diukur nilainya dengan materi apa pun...
Terima Kasih buat semuanya... 
Terima Kasih juga buat pengarang cerita ini Oktavianus Bernalius...


~ THE END ~ - TAMAT - 



Sabtu, 13 Desember 2014

Kamulah Yang Ku Cari bag.3

Ruben dan Ryan mulai mendekati kami... dan akhirnya Ryan meminta maaf kepadaku, begitu juga dengan Ruben... mereka mengakui kesalahan dan menunjukku sebagai pria sejati... karna kalau saja aku tidak menerima pukulan itu, mungkin gadis yg mereka suka (Ria) akan terluka dan membenci mereka. Sebagai teman yg baik aku merangkul mereka...
Memang... dalam hidup mesti ada konflik demi menuju level pendewasaan diri.
Dan setelah itu mereka keluar... tentu saja alasan tadi tidak didengar Ria... Ruben dan Ryan menyampaikannya diam2 kepadaku... dan aku mengerti maksud baik mereka.
Ria yg sedikit heran menatapku lama. Aku jadi canggung kembali... hingga aku bertanya
" Kenapa Ria kog lama natapnya? "
" eng... ga papa kog... aku heran aja sama kamu, di dunia yg udah jadi seperti ini... kog kamu memilih jadi orang yg baik hati sich? "
" baik hati??? ngga jg sich... aku juga manusia biasa kali... kadang bisa jahat juga "
" yakin? kamu udah dua kali lho nolongin aku!!! apa jangan2 kamu suka ya sama aku? "
" hah? kog ngomong gthu... ya ga lah... kamu kan pelanggan aku posisinya kemarin. n' hari ini teman sekolahku... bener kan? mana ada status yg begitu "
" kalau ada... gimana? kamu mau ga jadi pacar aku? "
" umf... ga usah aneh2 dech Ria... mana ada cewek secantik kamu pacarannya sama cowok biasa aja... aku juga tahu diri "
" kog ngomongnya gthu... perasaan itu ga boleh dicampur aduk sama status... ya kan? "
" kalau gthu aku jawab jujur dech ' gw ga suka sama lo ' "


Seketika itu Ria bangun dari tempat duduknya menuju keluar... dan tak kembali menungguiku lagi. Jam sekolah berakhir dan waktunya aku kerja kembali... di Basville. Aku jadi sedikit merasa bersalah berkata seperti tadi di depan Ria...
Sesampainya di tempat kerja dengan aku yg mulai bekerja kembali, rasa sakit di pipi memang masih sich... tapi ntah kenapa rasa sakit yg dihati tak bisa dibendung... terus muncul rasa bersalah.
Hingga koki yg biasanya menghiburku... kini gurauannya serasa tidak lucu lagi dihadapanku.
Sampai sesosok wanita cantik itu muncul lagi... Ria datang sebagai pengunjung Resto dan memintaku untuk melayaninya. Dengan profesional tentu aku melayaninya... sebab moto dalam hidupku " perasaan tidak boleh dibawa ditempat kerja... tetap menunjukkan profesionalisme "


Hingga waktu mulai menunjukkan pukul 21.00 waktu Resto akan tutup. Ria tidak kunjung keluar juga... sampai aku keluar menuju parkiran mengambil sepeda motorku... Ria mendekatiku dan memintaku mengantarnya kembali kerumah dengan alasan hari ini mobilnya masuk bengkel. Aku mengiyakan saja dan mengantarnya kembali kerumah dengan sukarela...
Sambil terus melaju... kenikmatan malam kelabu ini menghangatkan suasana untuk kami berdua... aku yg tadinya biasa mulai gugup sambil melihat kanan dan kiriku menikmati pemandangan kota sekenanya.
Tangan Ria mulai merangkul pinggangku dan tanpa kusadari dia terlelap tidur dipunggungku yg mungkin menurutnya hangat...
Tanpa terasa perjalanan singkat ini pun mencapai tujuannya...
Lalu kubangunkan Ria...
" Ria... Ria... udah nyampe nich, turun gih... saya juga lelah... mau pulang, besok sekolah lagi kan "
" iya... mampir kerumah nda... "
" lain waktu aja... pasti saya mampir "
" gw tunggu janji lo ya... OK! sampe ketemu besok "

Nampak dia kegirangan. Dasar wanita... penuh harapan... tapi tak tau apa yg diharapkannya akan berhasil atau tidak. Dan laju berikutnya kudaku menuju rumahku sendiri.
Esoknya seperti pagi biasanya... di sekolah tidak terjadi hal apa-apa untuk hari ini. Namun Ria sudah menunggu di depan kelasku... dan tersenyum. senyum manisnya itu aku campakkan saja... dan menuju ke bangku tempat aku duduk. Dia masuk... seluruh laki2 di kelasku... dan ada Ryan juga terpukau... karna hari ini penampilan Ria sedikit berbeda, dia jauh lebih cantik dari sebelumnya... menurut mereka... pandangan nafsu lelaki mereka. Tapi bagiku... tidak ada yg berbeda, wanita memang dituntut cantik demi lelaki...
" nda... gw tunggu janji lo " itu yg diucapkannya.
" janji apa nda... " Ryan menyela, sementara Ria sudah keluar dan kembali menuju kelasnya.
" gapapa yan... dia mau ke Resto lagi paling... lo mau nemenin dia!? "
" OK! tempat lo gawe ya... dia sering main kesitu "
" ya... lo bawa motorlah! nich gw kasih alamat rumahnya... lo aja ntar yg nganter dia pulang, OK! "
" OK brada... lo emank sohib gw "
Dan malam yg sama terulang... dan Ria kaget ada Ryan di Basville. Saat jam pulang kerjaku, Saat Basville tutup... sebelumnya aku ijin pulang duluan lalu lewat pintu belakang, pintu koki untuk pulang...
Tanpa sepengetahuan Ria... aku sudah pulang duluan...
lalu besoknya Ryan kelihatan sangat senang sekali... lain halnya dengan Ria... dia masuk ke kelasku berjalan... lalu apa yg terjadi...
DIA MENAMPARKU TEPAT DI WAJAH.

BERSAMBUNG



Minggu, 07 Desember 2014

BERNALIUS as OBEY KAIGA DOC. 2014



DOKUMENTASI 2014 :
Masih terlalu dini untuk MENYERAH...
Setelah belajar banyak dari pengalaman selama ini...
Tidak cukup satu dua tahun untuk meraih sukses...
Dibutuhkan perjuangan lebih, dan kesabaran dalam menghadapi tiap level pendewasaan...
2014 BERNALIUS masih belum menjadi apa-apa... umur 22 tahun bulan Desember.
namun tetap memiliki rencana...
masih berupa rencana... it's a PLANNING more. 

Kamulah Yang Ku Cari bag.2

Dia seperti panik tidak karuan... Akhirnya Kuhampiri saja dia penuh keberanian.
" Kenapa mbak? Ada yg bisa saya bantu? "
" Mobil saya mogok mas, mana HP lobet lagi... "
" umf... udh tutup sich ya restonya, aturan dicas di dalem aj tadi... gini aj pake HP saya aj dulu buat nelpon keluarganya mbak "
" nomornya disimpen di memori HP... bukan di SIM card... jadi sayanya ga hafal mas... mana udh mlm lagi "
" kalo gthu gini... biar saya hubungi derek... terus mbaknya saya antar kerumah mbak... gimana? mbak percaya ga sama saya? perkenalkan dulu... nama saya Venda... Venda Jerry.. ini wujud pertolongan sekaligus terima kasih dari saya karna mbak udh berkunjung ke restoran tempat saya bekerja "
" Beneran gapapa nich... ga ngerepotin mas? kalo gthu mana mobilnya... "
" bukan mobil... motor! ini helmnya... dipake ya... buat safety (PENGAMAN) bukan biar aman dari tilangan polisi lho "
" ihhh... mas ini bisa aja, pinter ngeguyon... "
" hehehe ;) bukan guyon lah, yaudah derek udh saya hubungi bentar lagi dateng... mobil bisa dianter ke rumah mbak ntar setelah saya tahu rumah mbak "
" makasih banget lo mas "
" iya "


 Motorku melaju dengan sangat pelan... tidak seperti biasanya kalo aku sendirian. Kalo sendirian aku sering memacu adrenalin sendiri... ngebut di jalan dengan penuh perhitungan mantap. Tetapi dengan begitu juga aku sering tidak luput dari bahaya maut... aku sering mengalami kecelakaan fisik karnanya... hahaha tidak masalah... aku tetap membawa kudaku tidak ada sedikit pun trauma melekat di batin.
 Di Perjalanan kami tidak mengobrol sama sekali... sebab akunya grogi juga, dan si mbak diam terus...
Lalu mbak menunjuk arah Perumahan Bintang Sakti... rupanya disinilah dia tinggal, wawh rumah yg megah. Mataku ini terpesona melihat bangunan besar nan mewah d depan mata.
" mampir mas... "
" ohh makasih saya mau langsung balik aj... mbak "
" bukan mbak... saya punya nama... nama saya Ria... Ria Agustia.. kalo gthu ini ongkosnya... "
"ga usah mbak... eh Ria (Ria???) saya ikhlas membantunya... sebentar lagi mobil dereknya datang membawa mobil kamu... soalnya tadi udh saya sms alamatnya... yaudah saya balik ya! dahhh "
ASTAGA!!! ternyata benar dugaanku... dia itu Ria... wahhh kecantikan mempesona...


Sekali lagi aku pulang dengan riang gembira malam ini. Esoknya datang lebih cepat... dengan sarapan seadanya aku berangkat ke sekolah... di sekolah kudengar ada ribut-ribut, ternyata Ruben dari kelas sebelah kelas C bentrok dengan kawan sekelasku Ryan di kelasku kelas D gara2 membicarakan soal Ria... kuketahui ternyata mereka berdua adalah teman dekat Ria... dari SMP...
Di keadaan yg sengit itu kulihat Ria ada... mbak yg kemarin aku antarkan pulang, aku tidak mau ambil pusing... kulewati saja bentrok itu...
Namun memang dasar nasib... saat Ruben hendak memukul Ryan kuperhatikan arah pukulannya akan mengenai Ria juga... aku segera berlari secepatnya... dan menerima pukulan Ruben yg keras itu tepat di pipiku.
AKU PINGSAN!
Lalu setelah sadar aku mendapati diriku sudah berada di UKS... dan ada Ria menemaniku..
" kamu Venda yg kemarin kan... aduhh aku jadi ngebuat kamu bermasalah kedua kalinya... maaf (sambil dia menangis) "
" heyy... kenapa nangis sich, kayak anak kecil aja... lagian saya ini cuma ga tega aja ngeliyat orang dalam masalah... cuma itu "
Kupikir-pikir benar juga... kenapa aku memilih jalan penuh masalah ini sekarang... ASTAGA.
Dan kulihat Ruben dan Ryan yg bersungut masuk... menghampiri kami berdua. Apa mereka mau menghajarku lagi...

BERSAMBUNG
Ria Agustia
Ryan dari kelas D
Ruben dari kelas C

Jumat, 05 Desember 2014

Kamulah Yang Ku Cari bag.1

Di sekolahku sedang hangat mebicarakan seorang cewek cantik namanya " Ria ". Sebelumnya perkenalkan namaku " Venda "... Venda Jerry anak biasa di lingkungan yg sederhana... aku tidak kaya juga tidak kesusahan soal makan...Kembali ke penyampaian awalku tadi ya " Ria " Ria Agustia anak yg cantik, baik, dan berasal dari keluarga berada...Teman-teman sekelas priaku tidak henti-hentinya membahas dia... Sebenarnya aku juga penasaran dengan sosoknya... tapi entah mengapa keinginan untuk itu aku pupuskan... mengingat sekarang aku lebih fokus ke studiku saja...Yang perlu diketahui.. kelas kami berbeda dengan kelas Ria... di sekolahku ini Sekolah Menengah Atas Harapan Jaya status sosial sangat diperhatikan... sehingga penggolongan kelas... atau khasta berlaku disini. Berdasarkan huruf abjad kelasku berada di posisi huruf " D " sedang Ria dan teman-temannya di kelas " A " kelas anak2 Elite...
Jam pelajaran untuk hari ini pun berakhir... tiba saatnya untukku pulang... dan memulai kerja part timeku lagi di Restoran Bassville...pekerjaanku disitu adalah menjadi pramusaji atau waiters, ya karna keluargaku tergolong tidak mampu... untuk membiayai sekolahku, pekerjaanku ini sangat diperlukan guna membantu kedua orangtuaku mengurangi beban pikiran mereka mengenai biaya hidup sekolahku dan hidup kami... lagian Gajiku lumayan juga Rp 1,700,000,-. Seperti biasa kuganti seragam sekolahku dengan seragam resmi kerja di ruang ganti, ketika memasuki tempat kerja kusapa rekan-rekanku penuh hangat. " Haloo Semua... Apa Kabar? " dan dengan salam hangat juga mereka membalasnya. Suasana kekeluargaan inilah yg membuatku bertahan sampai 3 tahun lamanya sudah aku disini bekerja dari pertama aku masuk sekolah menengah hingga aku mendekati tahap kelulusan sekarang.
Hari ini lumayan ramai pengunjung di resto... banyak wanita-wanita cantiknya juga kata Senior Kokiku... Bang Burhan. " Gak ada salahnya da... Lo mulai interaksi dengan cewek2 beken disitu " katanya merayuku. " Udh hampir 3 tahun lo disini... masa lo blm punya gebetan juga... laki bukan lo " sambungnya lagi.Aku hanya bisa tertawa dan tidak menanggapi gurauannya... karna memang beginilah sikap seorang Venda Jerry... hahaha. Aku sedikit tertutup dengan obrolan yg tidak membuatku tertarik. Tapi setiap rekanku mengerti saja mengenai sikap anehku ini...Dan di sore itu datanglah sosok cewek cantik idamanku... waw... dari parasnya yg anggun, pinggul yg sempurna, bagian dada yg elegan, rambutnya terurai manis... kusadari wanita ini benar tipeku. Tapi yg menyodorkan menu sudah lebih dulu temanku mendekatinya... si Bambang... hehe ;) biarkan sajalah.Lalu Bambang menyerahkan menu ke koki... Ardian... koki yg sikapnya hampir mirip denganku... sedikit tertutup..." Kerjain yg Ligat... Cewek cakepnya nunggu tuh di... " kata Bang Burhan.Lama kutatap wanita itu... kuperkirakan umurnya tidak jauh beda denganku... dan dari percakapannya dengan teman sebayanya... kudengar kata " SMA Harapan Jaya ". Lho.. Apakah dia ini sekolah disana juga.?
Lalu aku meminta Bambang supaya biar aku saja yg mengantarkan menu yg sudah dihidangkan... Bambang menyetujuinya..." Ini mbak pesanannya " kataku. Kucium wangi tubuh dan rambutnya semerbak..." oh, iya " suara lembutnya bergetar di telingaku.Apakah ini Cinta? tidak jelas... aku sendiri belum pernah merasakan sebelumnya...Kalau benar dia dari SMA Harapan Jaya juga... apakah jangan-jangan dia ini Ria Agustia.Dengan senyum tanda senang kuakhiri kerjaku hari ini dengan penuh semangat...Saat aku keluar resto... wanita itu menunggu diluar sendirian seperti kebingungan...

BERSAMBUNG ~
Venda Jerry