Nama Saya Oktafianus Bernalius keturunan Batak asli, umur saya sekarang 23 tahun di tahun 2015 ini. Ini Kisah saya sendiri... Tidak Keren memang, namun patut saya tulis untuk generasi Masa Depan.
This is it... Please enjoy in My Stories...
Saya lahir dari Keluarga sederhana... Keturunan dari Eyang Buyut saya yang dikatakan sakti berilmu putih... Opu Tuan Na Monang gelarnya...
Nama Kakek dan Nenek saya dari Bapak saya adalah Raja Ulaon Manalu dan Rani(Naiborotan) Manulang sedang dari Ibu saya Kakek dan Nenek bernama Baduhasan Sihombing dan Nursatiah Sitohang.
Ayah saya bernama Johanes Alencer Manalu dan Ibu saya Ostianna Sihombing.
Kami adalah empat bersaudara, yg pertama Saya memiliki seorang Kakak laki-laki bernama Medius Frendy Manalu, lalu urutan kedua ada saya Oktafianus Bernalius Manalu, lalu adik saya di urutan ketiga bernama Maria Anita Lovia Manalu, dan adik bungsu saya di posisi terakhir Risna Uli Manalu namanya.
Saya menulis ini... karena saya merasa memori saya sudah tidak cukup kuat lagi... terlalu banyak kenangan pahit yg selalu diingat dan teringat di kepala saya ini.
Dimulai pada tahun 1996 tepatnya di Desa Sukaraja, BANDAR LAMPUNG... pada masa itu jayalah usaha TAMBAL BAN ayah saya... namun pesaing datang namanya AFAD.
Sebelum itu saya akan flashback dulu mengenai siapa ayah saya dan siapa ibu saya...
Ayah saya adalah anak terakhir dari keturunan kakek saya yg juga anak terakhir, maksudnya begini... di atas sudah saya jelaskan kan... bahwa saya memiliki Eyang Buyut yg sakti berilmu putih... gelarnya Opu Tuan Na Monang... memiliki 4 orang anak laki-laki, tidak perlu saya sebut detailnya... yg jelas kakek saya “ Raja Ulaon “ adalah keturunan terakhir(anak bungsu). Kakek saya tersebut memiliki 8 orang anak, 6 laki-laki dan 2 perempuan. Ayah saya adalah anak laki-laki dan anak bungsu(urutan ke-8).
Merantaulah ayah saya pada tahun 1976 ke BANDAR LAMPUNG dipanggil oleh kakaknya yakni paman saya yg bernama Japosman Manalu (urutan ke-5) dan Palentinus Manalu(urutan ke-6) menggeluti USAHA TAMBAL BAN. Dan nantinya mereka bertiga inilah yg menjadi Legenda Di Keluarga saya.
Ayah saya lalu bertemu dengan Ibu saya yg pada waktu itu adalah karyawan di PT. Sungai Budi (BW) dan menikah pada tahun 1988, setelah itu memiliki anak pertama yakni kakak saya pada tahun 1989, dan saya pada tahun 1992, dan adik saya urutan ke-3 pada tahun 1994, dan adik saya yg paling bungsu pada tahun 2004.
Kembali pada insiden tahun 1996. Pesaing Ayah saya “ AFAD “ sirik dengan majunya usaha ayah saya... sehingga ia membuat siasat. Pada waktu itu lahan usahanya... rumahnya sendiri di asuransikan... dan asuransi tersebut ternyata telah JATUH TEMPO, sehingga apabila tidak terjadi apa-apa pada rumah tersebut asuransi akan dianggap HANGUS. Maka tahun 1996 terjadilah insiden yg mengubah alur kehidupan saya 180 derajat... Rumah saya terbakar beserta isi-isinya, yg sempat diselamatkan ayah hanya mesin kompresor kecil dan istri serta anak-anaknya termasuk saya. Sedih sekali kurasa gambaran kekecewaan ayah saat itu... dan saya mengerti!
insiden itu terjadi dikarenakan rumah AFAD terbakar lebih dulu(penyulut) dan letak rumah saya adalah persis di sampingnya.
Yg bisa saya ingat waktu itu... hanya kebengongan saya dan kakak saya di tempat Opung Matupang kerabat ayah saya di Desa Sukaraja. Saya hanya mampu menyeruput sebotol teh sosro yg disuguhkan Opung.
~ BERSAMBUNG ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar