Kenangan yg sungguh tak bisa dilupakan. Rasa sakit yg amat perih dirasakan... kalau itu bukan kesengajaan pasti sudah saya maafkan. Namun rasa sakit ini tak ingin saya larutkan ke dalam dendam. Maka dari situ banyaklah bantuan dari berbagai penjuru datang, dari sekolah kakakku yg saat itu sudah bersekolah di kelas 2 sd, SD Xaverius Panjang ; dari Gereja St. Petrus Panjang ; dari Pamanku Japosman Manalu dan Palentinus Manalu ; tidak adanya bantuan dari Desa Sukaraja ; dan dari persatuan kumpulan batak yg turut ikut membantu dana.
Yg patut disyukuri atas berdirinya kembali rumah kami... meskipun kecil daripada sebelumnya tapi sangat hangat karna berasal dari kehangatan banyak orang. Berlanjutlah kisah Keluarga Bapak Johanes Alencer Manalu ayahku. Aku mulai masuk sekolah TK Besar pada tahun 1999 pada saat itu kakakku sudah kelas 4 sd. Sebelum masuk pun aku sudah semangat sekali untuk bersekolah... karna memperhatikan kakakku yg sepertinya asik sekali bersekolah, sebelum masuk TK aku sudah belajar menulis... meski belum sempurna betul, ayah dan ibu senang sekali melihatku... tumbuhlah aku menjadi anak dengan multi talenta...
namun saat masuk TK saat pendaftaran aku ditinggalkan di kelas oleh ibuku karna ibu hendak mengambil seragam di ruang admin. Aku lalu menangis di kelas... O ya aku bersekolah di sekolah kakakku TK Xaverius Panjang, BANDAR LAMPUNG.
Kegiatan sekolahku TK Besar berjalan dengan sangat mulus, guru-guru yg baik terutama wali kelasku “ Bu Min” ,teman-teman yg baik... aku mendapat 3 orang teman saat TK yg pertama Yakob Edy Saputra, Andreas Turnip, dan Gerardo M Alvin, di kelasku ada juga seseorang yg hobi berkelahi namanya Jackson.
Yg paling dekat denganku dan aku dekat dengannya adalah Yakob Edy Saputra. Saat TK kami selalu bersama di kelas, di taman bermain.
Setelah aku lulus TK pun... kami masih satu SD... saat SD aku pun ditinggal oleh ibuku pada kelas satu SD... karna ada urusan keluarga waktu itu di kampung ibuku Sibolga, Medan Sumatra Utara. Aku pun menangis di kelas... pada masa itu aku tinggal bersama bibiku Tante Ospina Sihombing di daerah Pancoran... bersama Pamanku juga jelasnya Jul Rambe, beserta 2 saudara perempuanku anak bibi dan paman Okta Riuni dan Dwi Monic.
Aku menangis di kelas... yg saat itu datang menghiburku aku ingat sekali... dia adalah Almarhum Aditya Fransiskus anak guruku Pak Sarno(SD) dan Bu Yati(TK).
Kegiatan SD ku juga berjalan dengan mulus. Bahkan aku sering mendapat peringkat kelas... dan ternyata itu mengundang rasa iri dari seorang temanku yakni Randi Joey Michael. Dia seperti menjadi rivalku saja, padahal bagiku peringkat kelas bukan apa-apa... tidak berarti apa-apa... bukan sesuatu yg berharga juga bagiku...
Persaingan kami berlangsung dari kelas 2 SD sampai 4 SD, dan jelas saja saya kalah.
Tapi pada saat 4 SD itu saya benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis... Juneli Marbun namanya. Pada suatu kesempatan saya menyatakan cinta di kelas padanya, tepat pada siang hari... sebelum jam masuk sekolah... di saksikan banyak teman-temanku di kelas aku bilang “ Jun... kayaknya gw ngerasa beda sama lo... lo mau ga jadi cewek gw “. Dia hanya diam saja sambil malu-malu lalu pergi... Saya sangat malu sekali pada saat itu.
Mungkin dia menyangka aku tidak serius... atau pada saat SD sudah jelas ini disebut cinta monyet namanya... tapi tidak padaku... pada saat itu aku sudah serius dan kuanggap kejadian ini selamanya tak akan pernah bisa aku lupakan.
~ BERSAMBUNG ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar