Rabu, 26 Oktober 2016

SIAPA SAYA? SAYA “ OKTAFIANUS BERNALIUS “ bagian PERTAMA

Nama Saya Oktafianus Bernalius keturunan Batak asli, umur saya sekarang 23 tahun di tahun 2015 ini. Ini Kisah saya sendiri... Tidak Keren memang, namun patut saya tulis untuk generasi Masa Depan.
This is it... Please enjoy in My Stories...

Saya lahir dari Keluarga sederhana... Keturunan dari Eyang Buyut saya yang dikatakan sakti berilmu putih... Opu Tuan Na Monang gelarnya...
Nama Kakek dan Nenek saya dari Bapak saya adalah Raja Ulaon Manalu dan Rani(Naiborotan) Manulang sedang dari Ibu saya Kakek dan Nenek bernama Baduhasan Sihombing dan Nursatiah Sitohang.
Ayah saya bernama Johanes Alencer Manalu dan Ibu saya Ostianna Sihombing.
Kami adalah empat bersaudara, yg pertama Saya memiliki seorang Kakak laki-laki bernama Medius Frendy Manalu, lalu urutan kedua ada saya Oktafianus Bernalius Manalu, lalu adik saya di urutan ketiga bernama Maria Anita Lovia Manalu, dan adik bungsu saya di posisi terakhir Risna Uli Manalu namanya.

Saya menulis ini... karena saya merasa memori saya sudah tidak cukup kuat lagi... terlalu banyak kenangan pahit yg selalu diingat dan teringat di kepala saya ini.
Dimulai pada tahun 1996 tepatnya di Desa Sukaraja, BANDAR LAMPUNG... pada masa itu jayalah usaha TAMBAL BAN ayah saya... namun pesaing datang namanya AFAD.
Sebelum itu saya akan flashback dulu mengenai siapa ayah saya dan siapa ibu saya...
Ayah saya adalah anak terakhir dari keturunan kakek saya yg juga anak terakhir, maksudnya begini... di atas sudah saya jelaskan kan... bahwa saya memiliki Eyang Buyut yg sakti berilmu putih... gelarnya Opu Tuan Na Monang... memiliki 4 orang anak laki-laki, tidak perlu saya sebut detailnya... yg jelas kakek saya “ Raja Ulaon “ adalah keturunan terakhir(anak bungsu). Kakek saya tersebut memiliki 8 orang anak, 6 laki-laki dan 2 perempuan. Ayah saya adalah anak laki-laki dan anak bungsu(urutan ke-8).

Merantaulah ayah saya pada tahun 1976 ke BANDAR LAMPUNG dipanggil oleh kakaknya yakni paman saya yg bernama Japosman Manalu (urutan ke-5) dan Palentinus Manalu(urutan ke-6) menggeluti USAHA TAMBAL BAN. Dan nantinya mereka bertiga inilah yg menjadi Legenda Di Keluarga saya.
Ayah saya lalu bertemu dengan Ibu saya yg pada waktu itu adalah karyawan di PT. Sungai Budi (BW) dan menikah pada tahun 1988, setelah itu memiliki anak pertama yakni kakak saya pada tahun 1989, dan saya pada tahun 1992, dan adik saya urutan ke-3 pada tahun 1994, dan adik saya yg paling bungsu pada tahun 2004.

Kembali pada insiden tahun 1996. Pesaing Ayah saya “ AFAD “ sirik dengan majunya usaha ayah saya... sehingga ia membuat siasat. Pada waktu itu lahan usahanya... rumahnya sendiri di asuransikan... dan asuransi tersebut ternyata telah JATUH TEMPO, sehingga apabila tidak terjadi apa-apa pada rumah tersebut asuransi akan dianggap HANGUS. Maka tahun 1996 terjadilah insiden yg mengubah alur kehidupan saya 180 derajat... Rumah saya terbakar beserta isi-isinya, yg sempat diselamatkan ayah hanya mesin kompresor kecil dan istri serta anak-anaknya termasuk saya. Sedih sekali kurasa gambaran kekecewaan ayah saat itu... dan saya mengerti!
insiden itu terjadi dikarenakan rumah AFAD terbakar lebih dulu(penyulut) dan letak rumah saya adalah persis di sampingnya.
Yg bisa saya ingat waktu itu... hanya kebengongan saya dan kakak saya di tempat Opung Matupang kerabat ayah saya di Desa Sukaraja. Saya hanya mampu menyeruput sebotol teh sosro yg disuguhkan Opung.

~ BERSAMBUNG ~

Sekuntum Mawar untukmu Ayu

Dari balik jendela di pagi itu...
o ya perkenalkan... namaku Durian, orang memangilku Ryan.
ya... di pagi itu aku melihat seseorang disana... sedang duduk di bangku taman depan rumahku... karna memang ada taman khusus di lingkungan rumahku untuk hal seperti itu, duduk duduk.
Tapi sepertinya itu bukan seseorang yg sedang duduk disana... lama aku berpikir...
barulah aku mengingatnya...
Dia adalah Ayu temanku waktu kecil... rumahnya di sekitar sini juga.
“ sedang apa ya dia disitu? menunggu siapa? “

Tak terasa aku menghabiskan lamunanku di pagi itu lama juga memandangi orang itu (Ayu)...
tiba-tiba jam sudah meronta menunjukkan waktunya buatku bergegas menyiapkan segalanya menuju bangku kuliah...
“ gawat... sepertinya aku bakalan telat! “ panik aku.
Aku bergegas ke bawah... mengambil sarapan di meja makan yg telah disiapkan Ibuku tercinta.
“ mahh... Ryan berangkat kuliah dulu ya “
“ iya... hati2 ya sayang ! “
Kasihan ibuku... harus membanting tulang untukku karna ayah sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Tapi setelah lulus kuliah, aku berjanji pada diriku sendiri akan membanggakan dirinya.

Aku berlari mengejar ketertinggalan... kulewati taman itu, namun Ayu sudah tidak ada
disitu...
Kuhampiri tukang ojek...
“ bang... UI ya!? agak buru... mau telat nch “
“ OK... siap! Rp 15000,-  ya... “
“ beres lah... ayo buruan “ jawabku.
Ojek pun berangkat menuju UI. Terima Kasih untuk tukang ojek... akhirnya aku tidak telat. Mata kuliah pun dimulai... di jurusanku jurusan ekonomi... yg artinya setelah LULUS nanti aku akan mendapat gelar SE... Sarjana Ekonomi.
Rencananya aku akan melamar ke berbagai perusahaan swasta di JAKARTA setelah memperoleh gelar itu... demi Ibuku.

2 jam berlalu, mata kuliah pertama selesai...
Aku bergegas keluar... lelah juga otak, guna menyegarkannya kembali aku ke kantin.
Lama aku menyeruput es teh... kembali aku melihat sosok itu di bangku taman lainnya disini... “ Ayu? “
“ apa dia kuliah disini juga ya? “
Kuberanikan diri saja kuhampiri dia...
“ Ayu kan!? “
“ siapa? “ sahutnya.
“ saya Ryan... teman kecil kamu dulu... lupa ya? “
“ Ryan? ohhh si Durian ya!? inget kog... yg dulu cengeng kan “
wahhh gawat ternyata Ayu ingat bagian yg itu.
“ YaPp... bener ! hehehe jadi malu... lagi ngapain sch? “
“ lagi nunggu kawan nch... “
“ boleh ikut nunggu “ sambungku.
“ boleh aja... asal jangan nunggu yg lain “
maksudnya apa ya? di dalam hatiku aku berkata.

“ btw jurusan apa nch? kul disini jg kan!? “
“ iya... hukum “
hebatttt pikirku.
Akhirnya yg ditunggunya datang juga... seorang pria, tampan lagi.
Tapi setelah dia berdiri di hadapan Ayu... kata-katanya itu yg sungguh keterlaluan terucap... katanya
“ yu... kita PUTUS ! “
baru aku paham sekarang... tentang Ayu yg menunggu di bangku taman.
Ayu hanya menangis disitu... setelah itu pria itu pergi berlalu.
Dia bukan mahasiswa disini.
Aku bingung harus melakukan apa untuk Ayu.
Kulihat ada penjual bunga mawar kuntuman keliling masuk kampusku...
Aku berhentikan pedagang itu... dan kubeli satu mawar merah yg wangi.
Kuhampiri Ayu yg menangis disitu... di bangku itu... di taman itu...
“ ini yu... jangan nangis lagi donk! entar cantiknya pudar lho “
Dia menerimanya... dan seketika merangkul tangan kananku... dan kepalanya rebahan di bahu kananku.

SELESAI

AYU

Apa sch ONE PIECE itu ?

Dewasa ini sepertinya membosankan sekali di sekeliling...
Banyak laki2 yg sok kedewasaan berbondong-bondong bahkan bergotong royong mencari wanita untuknya.
Buat apa sch? Buat dijadiin kado apa?
Bukan begitu kan maksudnya... Bukan begitu seharusnya... seperti kado... manis di awalnya saja... yg hanya menjadi pajangan di kemudian hari.

Aku mencari dan terus mencari sesuatu yg beda untuk kupelajari...
Sampailah aku di sebuah mall... dan disana sedang digelar pesta cospalyer... hmmm sepertinya bakal seru.
Wahhh aku jadi lupa menyebutkan nama... terlalu asik dengan narasi...
umf... ya... namaku Felix... menyukai hal2 menyenangkan.
Disitu banyak sekali kuperhatikan wajah2 aneh dan kostum2 aneh...
tapi menarik... tidak berlebihan... sesuai proporsinya... yg memang anime.

Ada satu orang yg membuatku tertarik... kudekati dia.
“ moshi moshi... ini kostum apa ya mbk? karakter apa? “
“ ini Baby 5... dari seri anime ONE PIECE “ katanya.
“ what? ONE PIECE? apa itu? “ sambungku.
“ gimana ya jelasinnya... satu kata aj sch... WONDERFULL “
“ gitu ya... “
Lama aku mengobrol dengannya... ternyata ONE PIECE memang benar2 menarik... terutama si mbak yg juga menarik... hehehe 
Aku putuskan memulai sesuatu yg baru... kucari segala informasi tentang ONE PIECE...
dan entah bagaimana bisa terjadi...
emosiku meluap mengikuti setiap ceritanya...
menurutku... benar2 realisasi kehidupan.

Aku mendapat fb si mbak... ku chat... lalu aku curhat2 mengenai story ONE PIECE.
Dia tertawa kecil dengan emoticon yg barusan dikirimnya...
Tapi bukan mengejekku maksudnya... dia malah senang mengetahui saya yg merasakan hal yg sama...
Tiba2 saya menjadi dewasa dalam semalam chat dengan mbak itu.
Namanya Yeny Ulan Dari Zen.
Kututup akun Felix-ku... dan kurenungkan tentang ONE PIECE.
Khususnya Luffy yg tidak mudah menyerah...
Dan kubuka google... dan kutemukan sebuah artikel yg menjelaskan kebaikan hati Pengarangnya (ONE PIECE) Eiichiro Oda... dimana ada salah seorang fansnya anak kecil yg terkena kanker stadium akhir... keinginan terakhirnya adalah mengetahui ending ONE PIECE...
Lalu Eiichiro Oda memberitahukan kepadanya... dan dia meninggal dengan perasaan lega. hikz (T.T)

Kenapa kehidupan seperti ini? Seperti harus selalu menahan rasa sakit... terutama di bagian dalam... hati...
Besoknya aku berjumpa lagi dengan mbak di mall yg sama.
Tapi sedang tidak diadakan cosplayer party...
Kami mengobrol di salah satu kafe disitu...
Dia bercerita bahwa pertama kali ia mengenal ONE PIECE... banyak perasaan campur aduk juga terjadi dalam hatinya... seperti yg saya rasakan sekarang.
Lalu aku berkata padanya...
“ mbak... kira2 saya ini bisa ga sch sebaik tokoh Luffy ? “
dia lalu menjawab sederhana...
“ kebaikan ada pada semua orang lix... tapi yg terpenting hatinya yg selalu menjaga kebaikan itu... dan tidak akan berubah “
Lalu aku meminta ijin padanya...
“ boleh kucium punggung tangan mbak? tenang aj ga bakal aneh2 kog “
“ ya... “ jawabnya menyetujui.
cuppp tangannya kukecup lembut... lalu aku berkata selanjutnya.
“ Thanks Madam “
Mulai dari situ hubungan persahabatan kami... yg terikat oleh ONE PIECE berlanjut.


SELESAI
BABY 5

My creatioN - Luffy SAILING



FB Grup : One Piece IMO Urban Mania

Silahkan Join !
in my Facebook Grup

https://www.facebook.com/groups/onepiece.opium/?ref=ts&fref=ts

Minggu, 08 Maret 2015

Gambar Saya Yang Ketiga [ The Third Picture of Bernalius ]: LIFE









Apa Aku Dibutuhkan!? bag.3

  • Dia bilang dia putus asa... sepertinya kata-kata ini memang benar dirasakan dari lubuk hatinya paling dalam. Sungguh kasian... aku jadi tidak tega menasehatinya lagi. Dia lalu turun lalu menangis di pinggir jembatan sambil duduk telungkup disitu. Kutemani saja kesendiriannya itu... Aroma tubuhnya yg khas wangi-wangian bunga terhirup olehku.Lama kami duduk seperti orang bodoh di pinggir jembatan ini... ya.. malam ini biarlah diriku ini yg menemani kesepian yg tak tertahankan.Akhirnya wanita itu pun angkat bicara... seakan berat untuk mengutarakannya akhirnya bibir itu pun berkata" mas... hidup saya ini kayaknya udah ga berarti lagi? "" kenapa mbak? kog ngomongnya gthu "" saya ini pelacur mas... saya dijual sama pacar saya ke germo... setelah saya dinodai... bahkan anak saya pun harus diaborsi... saya merasa hidup saya ini... ughh, saya capek mas... udah ga kuat lagi... ga tau harus bagaimana "Memang dalam kasus seperti ini, aku pun tak mengetahui dengan jelas solusi yg tepat.Namun aku memberikan nasehat yg sekiranya mengurangi beban hatinya sekarang..." Mbak... jujur ya, kalo mbak tadi lompat... saya juga bakal ikut lompat dech... kalo tau ceritanya begitu... jujur cerita mbak itu sedih bagi saya... biar orang lain yg tak mengerti perasaan mbak... saya paham. tapi... mengakhiri diri dengan cara seperti itu hanya akan menambah masalah baru mbak...Mbak masih punya keluarga kan... adik, kakak atau apa. Kalau mbak ngelakuin ini... terus keluarga mbak nyari2 mbak dan dengar kabar kalo mbak udah tidak ada di dunia ini lagi... bisa mbak bayangkan ga sesedih apa keluarga mbak itu... perasaan mereka. "" Saya bukannya sok nasehatin mbak... tapi kalau sudah jadi begini... kalo mbak mau lompat lagi... saya akan ikut juga... biar mbak ga kesepian... "Seketika dia diam... kulihat dia mulai berdiri dan mendekati jembatan lagi. Awalnya kukira dia hendak bunuh diri kembali, jika demikian juga saya siap membuktikan kata-kataku barusan... tapi ternyata dia tidak.Dia memandangi bulan malam itu dan juga bintang yg menjadi penghiasnya langit gelap... entah apa yg sedang dipikirkannya, beberapa menit kemudian dia pamit padaku. Tidak sempat kami saling berkenalan... dia meninggalkan jejak tanya terhadapku akan kelangsungan hidupnya nanti.
     
  • Aku pulang dengan sedikit kebingungan. Sambil mengingat Susan yg kunasehati juga tadi siang... akankah wanita tadi juga benci terhadapku.Memang aku ini apa... bukan siapa-siapa, tetapi berkat Pak Satriolah aku sedikit menghargai hidup yg kujalani sekarang...Jadi... aku juga tidak menginginkan orang lain hidup sia-sia dengan membenci kehidupannya sendiri.Aku tidur cukup nyenyak malam ini... ternyata jam 5 pagi Susan meng-smsku... katanya" WIS... KOG GW KEPIKIRAN TERUS KATA2 LO KMRN YA... APA EMANK GW YG SALAH? SIANG NTI KETEMUAN LAGI YA... PASTI LO SENENG KAN GA GW HUBUNGIN KMRN... UFF GW BETE TAU GA NGUBUNGIN LO! "lalu kubalas saja..."" IYA... NTI KITA KETEMU LAGI KOG, KAN GW MASIH KERJA NGELUKIS... MASA??? AH LUPAIN AJ, GW MINTA MAAF DECH UDAH NYINGGUNG KMU, IYA GW SENENG... SERING2 YA! ^_^ "hahaha ternyata Susan tidak marah. Perasaanku cukup lega sekarang...
     
  • Siangnya Aku bertemu kembali dengan Susan... kami membahas yg kemarin. Kubilang untuk melupakannya saja... dia menolak, sebab dia merasa bersalah juga, dia bilang sebentar lagi akan ada mata kuliah jadi dia ingin mengindahkan lagi kata-kataku kemarin yg menyinggungnya.Jadi pembicaraan kami pun berlangsung cukup singkat. Tapi dia berpesan agar aku menghubunginya lagi seperti biasa di malamnya...Dengan senang hati aku mengiyakan ^_^. Sorenya kudengar ada suara-suara gaduh di seberang jalan sana.kuhampiri saja... kutitip kiosku ke temanku...Ada apa ini? Pikirku...Dan ternyata mbak2 yg kemarin terlihat lagi di depanku... dijambak oleh seorang pria kasar dan memanggil-manggil nama seorang wanita " Miranda sialan... " dan kurasa itulah nama wanita itu.

    BERSAMBUNG 
    Miranda