Senin, 17 Juli 2017
Rabu, 31 Mei 2017
Apa Aku Dibutuhkan!? bag.4 end ~
- “ Namanya Miranda ya... “ pikirku dalam hati, lalu kuhampiri kesitu.
“ Hey, lepasin dia! Ada apa ini? kasar banget kamu sama cewek “ sahutku
“ Siapa lo? banyak cincong, gw beri juga lo... makan nch bogem gw “ dia lalu mengarahkan tinjunya ke arahku.
Tapi kutepis dengan mudah, lalu kubalas dia berkali-kali lipat...
Sebab almarhum guruku juga mengajarkan silat kepadaku dulu... kalau untuk satu lawan satu aku jauh lebih percaya diri.
Setelah babak belur dia... si pria kasar itu kabur tanpa berkata apa-apa.
Karna gertakanku ini bukan gertakan sambal... sebelumnya ku bilang padanya
“ Lebih dari ini kamu cari masalah sama saya dan cewek ini... pertarungan berikutnya saya pastikan kamu mati “
- Kemudian kuhampiri mbak Miranda... dia menangis, “ hikz hikz “
“ Mbak gapapa kan? “
“ iya, saya gapapa... makasih mas udh nolongin saya lagi “
“ emank yg tadi itu siapa sch mbk? “
“ dia itu pacar yg saya bilang menjual saya ke germo “
“ kurang ajar, laki-laki jahanam, tapi tenang aja mbak “
“ saya antar pulang, boleh mbak? dimana rumah mbak? “
Miranda mengiyakan ajakanku mengantarnya pulang. Dan ketika sampai di tujuan, ternyata Rumah Miranda juga tidak besar... tidak jauh berbeda dari rumahku.
Rumah kumuh yg membuat sengsara pikiran manusia...
yg selalu menimbulkan pergunjingan tetangga, malu dengan teman, dan perasaan bercampur aduk lainnya.
Tapi tidak sekarang, saya sudah lebih berbesar hati... menerima keadaan yg cukup sempurna.
- Miranda tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepadaku.
Lalu aku berpesan padanya untuk menghubungiku bila laki-laki tadi membuat masalah lagi dengannya, yg artinya kutinggalkan nomor HP-ku padanya (Miranda).
Aku lalu memulai aktifitasku lagi seperti biasa, setelah kutinggalkan tadi sebentar, menjadi pelukis jalanan... mengais rejeki hari ini.
Malamnya, aku kembali berbincang-bincang lewat sms dan social media dengan Susan.
Tak kuduga... Susan menyatakan perasaan sukanya padaku malam itu lewat inbox...
Katanya perkataanku yg menyuruhnya untuk kuliah lagi direspon orang tuanya... orang tua Susan kembali bangga dengan Susan... penilaian Susan terhadap Orang Tuanya selama ini yg tidak perhatian ternyata memang salah.
Dia juga berkata telah menceritakan tentangku ke kedua Orang Tuanya itu... sambungnya lagi... Susan besok mau mengajakku ke Rumahnya menemui kedua Orang Tuanya yg ternyata sedang libur kerja besok.
Aku lalu berkata di inbox membalas Susan... “ Susan, saya bangga kamu mulai perhatian lagi dengan kuliah... khususnya kepada orang tuamu juga, tapi saya tidak bisa menerima perasaan suka kamu ke saya... saya ini cuma orang biasa... dan lagi saya menganggap kamu adik yg baik, jadi kita tetap hubungan baik aja ya... OK “
- Kurasa Susan bakal kecewa dengan jawabanku itu. Dan ternyata benar... Susan memang kecewa... dia memasang emoticon sangat sedih di inbox.
Kemudian menutup perbincangan kami malam itu...
Aku pun ikut sedih, namun tiba-tiba panggilan telepon datang dari nomor asing... kuangkat...
“ ya, Hallo “
“ mas... keluar yuk, ke jembatan yg waktu itu lagi, saya mau ketemu mas “
“ oh, mbak Miranda ya... ok saya kesana, tunggu sebentar “
Setibanya di jembatan itu Miranda lalu tiba-tiba langsung memelukku.
“ lho... kenapa ini mbak? “
“ saya jadi suka nch sama mas “
“ masa secepat itu... “ jawabku.
“ mas curang udh tau nama saya... tapi saya belum tau nama mas “
“ nama saya Luis “
“ tapi mbak Miranda jangan langsung begini... sebenarnya saya kesini malah punya satu usul untuk mbak Miranda “
“ apa? “ katanya (Miranda).
“ ada baiknya mbak tinggalin kerjaan mbak yg sekarang, saya punya kenalan di Perusahaan cukup ternama... katanya sedang membutuhkan Office Boy (Girl). Kalau mbak berminat... besok datang ke tempat kerja saya “
Aku lalu mengakhiri perbincangan kami dan langsung pulang... meninggalkan Miranda sendirian di jembatan itu.
- Besoknya Miranda datang... Dan mengiyakan usulku, akan tetapi hal yg tidak terduga datang juga di saat bersamaan... Susan datang juga pada waktu yg bersamaan dengan Miranda (walau kenyataannya Miranda yg duluan).
“ oh, jadi wis kamu udh punya yg baru... makanya... hikz “ Susan lalu berlari menjauh...
Kebetulan yg tepat kenalanku itu datang... kubilang saja bahwa Miranda yg melamar... ini orangnya, aku segera menyusul Susan...
“ Susan, tunggu! “
“ udh wis... gw paham “
“ jangan lari cepat-cepat, Susan “ teriakku.
Susan lalu berlari ke arah jalan... seperti adegan film biasanya... Dia (Susan) tidak melihat ke ke kiri dan kanan lagi... sehingga ada Truk mendekat ke arah Susan...
Namun karna aku yg menyesuaikan kecepatan... Susan kutarik kembali ke arah tepi jalan, sehingga posisi kami berganti...
Aku yg tertabrak Truk. CKITTTTTTTT FUSHHHHH DAGHHHHHHHHHH
- Suasana jadi gaduh... aku sekarat... Ambulance dengan cepat datang membawaku entah kemana. Dalam sekaratku itu... tiba-tiba masa lalu kembali terngiang di dalam pikiranku... tentang Pak Satrio, aku yg membenci kedua orang tuaku, dan segalanya.
Dalam penglihatan yg samar2 itu di dalam Ambulance... aku melihat Susan.
Oh sakit sekali rasanya, tubuhku merespon semua rasa sakit...
Apa aku akan mati?
Tiba-tiba saja aku sudah berada di ruangan yg penuh cahaya yg menyilaukan... dan kutebak ini adalah Ruang UGD.
“ detak pertama, JDEPPP “
“ masih belum... beri tekanan yg kedua, detak kedua JDEPPP “
Aku bisa mendengar suara Pak Dokter yg sedang mengusahakan sesuatu...
“ Apa aku dibutuhkan? “
“ Selamat tinggal semuanya, maafkan kakak ya adik2ku yg kakak sayang “
(kataku dalam hati)
PIPPPPPP_____________________________________________
TAMAT
Selasa, 18 April 2017
“ Dari ku menatap... Dan... lalu dia tetap “
- Sepertinya hari ini bakalan jadi sibuk juga... seperti kemarin,
Biasa kan, namanya juga hari-hari... selalu berganti... tapi tak hendak berhenti.
Hahaha, ngomong apa?
Namaku Dan...
‘ Dandi Rahman ‘
dan ini... cerita singkat yg selalu kurawat, tentang dia... yg selalu ada sekarang...
ya! Cerita dimulai...
Waktu itu, di bulan April yg cukup sejuk... aku masih dalam posisi menyelesaikan pekerjaanku sebagai pelukis keliling...
Di taman itu, yg aku masih mengingatnya...
Taman Bunga Rihana
Sebuah taman dipenuhi bunga yg cantik-cantik, bukan hanya bunganya saja... tetapi perasaan yg dalam yg mungkin hanya dimengerti oleh seorang pelukis sepertiku... yakni ‘ perasaan tenang (tenteram/damai/sejuk).
Seorang klienku memintaku secepat mungkin menyelesaikan lukisannya... ya... wajar donk... namanya juga pelukis keliling memang harus cepat...
Tapi inspirasiku tidak habis kan... !
dan pada akhirnya kuselesaikan dengan cepat...
- Setelah menyelesaikan lukisan klienku barusan, yg sepertinya dia puas dengan hasil buatanku itu... Tiba-tiba saja pandanganku berpaling pada satu sosok...
Yg sudah tidak asing lagi bagiku...
ya... dia... benar-benar dia...
‘ Lucile Hayati ‘
seorang artis dan model yg ada di taman ini juga setiap hari aku bekerja...
Dia selalu duduk di bangku itu, di bangku tengah taman.. entah apa yg dia lakukan...
Tapi aku selalu memiliki kesempatan... untuk diam diam melukisnya...
Mungkin ini juga alasanku menyukai Taman ini...
Inspirasi yg lain... tentang seorang gadis... yg selalu tersenyum... dan tak tau apa yg sedang dipikirkannya...
- “ Bang, Lukis kami donk “, pasangan kekasih datang meminta jasaku...
OK! lalu aku melukis mereka, tapi saat aku menoleh lagi ke arah bangku taman... Lucile sudah tidak ada... telah pergi...
Yahh sayang pikirku, tapi sesuap nasi untukku hari ini jauh lebih berarti.
Aku pulang bermandikan penat...
Sebelum mandi, aku berbaring dulu di ranjang melepas lelah...
Sambil berbaring aku melamun... sebenarnya bukan melamun sich... berpikir...
Andai saja aku dapat pasangan Lucile... seperti sepasang kekasih bahagia yg tadi ku lukis... Apa Lucile akan bahagia bila bersama saya!?
- Lama aku melamun, pintu rumahku ada yg mengetuk...
‘ DOK DOK DOK ‘
“ ya... tunggu sebentar... “
‘ DOK DOK DOK ‘
lalu kubuka pintunya,
JRENG ! Lucile... (aku berkata dalam hati, tapi apa benar ada kebetulan seperti ini)
“ ada apa ya mbak ? ”
“ mas, tolong saya... saya dikejar berandalan... saya udh ngetuk banyak rumah orang tadi tapi ga ada yg mau buka ”
“ tolong mas, bentar lagi mereka datang! “
“ gimana ya? yaudah... cepat masuk “ ajakku.
Aku mengintip dari jendela, benar saja... ada 3 orang...
untungnya sandal Lucile sudah kumasukkan juga... dia sopan sekali... masuk tanpa sandal ke dalam rumah... wkwkwkwkwk

- Saat kurasa keadaan sudah aman, aku lalu ke dapur mengambil minum... untuk kusuguhkan kepada tamu istimewaku ini... Lucile... wahhh angin badai datang...
Lalu aku menanyakan alasan kenapa dia mesti lari...
Baru aku tau bahwa ternyata Lucile memiliki rival... model juga sama seperti lucile... yg membencinya...
Orang-orang tadi adalah suruhan model itu... kata Lucile namanya adalah ‘ Viona ‘.
Kemudian Lucile memandang sekeliling dinding rumahku...
“ wahhh... mas tidak menurun sedikit pun ya kemampuannya ”
lho kog... apa maksudnya... padahal dia bukannya tidak mengenalku... kataku dalam hati.
“ mbak kog bisa bilang begitu ” sambungku...
“ saya selalu menatap mas waktu di taman... saya selalu melihat mas bahagia melukis orang-orang... setelah menerima hasilnya mereka jauh lebih bahagia lagi... mas hebat “
“ lukisan-lukisan ini juga seperti memiliki kebahagiaan yg lain dari yg lain”
“ ada perasaan yg lain yg mas punya di tiap lukisan yg dibuat oleh mas “
- Seketika aku hanya bisa terdiam saja... tidak berkata-kata...
“ Sebenarnya saya berbohong tadi... saya tidak mengetuk rumah-rumah yg lain... saya tau tempat ini... karna saya yg mengikuti mas dulu... sudah lama sekali... “
“ saya langsung kesini... karna saya tau mas pasti mau menolong saya ”
Aku jadi makin terdiam mendengar setiap perkataan Lucile...
Apa yg sedang TUHAN rencanakan padaku sekarang? aku kembali bertanya dalam hati...
“ mas kog diam aja... mas tau kan saya artis... nama saya Lucile Hayati “
“ saya tau... tapi alangkah baiknya mbak Lucile cepat pulang... sebab... pihak dari mbak nanti malah mencari-cari mbak dan bingung juga khawatir “ jawabku panjang setelah lama diam.
“ tapi ada yg ingin saya pastikan lebih dulu mas... “
Lucile lalu semakin mendekat padaku... ditatapnya mataku tajam...
“ TERIMA KASIH “ katanya...
“ mbak kenapa sich? ”
“ pasti mas Dan lupa kan... “
lho... sekarang dia malah sudah tau namaku... padahal belum kuberi tau. (aku bicara dalam hati)
- “ Saat usia saya 15 tahun... waktu itu saya sakit keras di RS dekat taman... RS WALUYO, pasti mas tau kan... saya menderita kanker kulit stadium 2... yg membuat saya tidak boleh berlama-lama di luar “
“ Lalu waktu itu... mas datang untuk melukis salah seorang pasien di sampingku... setelah melukisnya... dengan wajah ceria pasien itu terus menatap lukisan mas... lukisan dia yg sedang berada di bangku taman di bawah sinar mentari yg hangat “
“ Mas kemudian berkata ‘ pasti kamu sembuh... soalnya saya mau duduk disitu juga nanti sama kamu, biar saya lukiskan apa itu bahagia ’ ”
Padahal mas tidak tau bahwa dokter sudah memfonis dia akan meninggal besok...
Anak itu menyenangi lukisan... karna orang tuanya tau itu makanya mereka menghadirkan mas disitu “
mas tau... setelah mas pulang... apa yg dia bilang kepada orang tuanya...
‘ ayah, ibu... kakak tadi baik ya... kira-kira siapa ya yg mau duduk di bangku nanti bersama kakak untuk menggantikan aku ‘
Orang Tuanya hanya bisa menangis...
namun anak itu lalu menghibur orang tuanya... ‘ ayah, ibu... kakak tadi tidak jahat kog... kenapa ayah dan ibu malah menangis... saya justru bahagia mendengar perkataannya barusan ‘
Besoknya dia meninggal...
karna dia... saya jadi penasaran dengan mas...
dan sejujurnya... saat menatap mas Dan... dari awal saya juga bahagia... saat mas melukis teman sepesakitan saya itu... mata mas jernih...
itu sebabnya saya bertekad untuk sembuh...
dan sekarang saya sudah sembuh...
dan menunggu di bangku taman... “
- Astaga! aku berkata lagi dalam hati...
Hikz Hikz... aku menangis mengingat dia yg memang kuingat... anak itu... senyum anak itu... saya sudah bersalah...
Karna aku yg menangis... Lucile lalu memelukku...
lalu dia berkata...
“ mas... bukan... Dan... dari aku menatap... dia lalu tetap... dan dia itu adalah mas Dan sendiri “
“ mas mau kan duduk di bangku taman bersama saya “ sambung Lucile...
walau dipenuhi rasa bersalah... saya memeluk Lucile juga...
“ TERIMA KASIH, Lucile “ hikz hikz...
beginilah... cerita singkatnya...
o iya... hari ini aku sibuk... udah dulu ya...
aku mau ke Galery Seni pribadiku... (kenaikan jabatan sebagai pelukis ternama)
n’ tapi tetep... kerja sampinganku masih kog... melukis di taman itu... tapi sedikit berbeda... karna kali ini... aku harus duduk bersama dia... di bangku itu...

~ SELESAI ~
DANDI RAHMAN
Sabtu, 19 November 2016
I WANNA BE A PIECE OF HISTORY
Dewasa ini... benar-benar belajar dari pengalaman sesungguhnya, hal-hal biasa yg mampu membuat orang takut karna menjadi luar biasa dikarnakan ukurannya.
Apa apa saja yg telah dilalui... apa kamu bisa benar-benar mengingatnya...
Sebenarnya tidak harus sedetail itu, ya... apakah kamu benar-benar mengingatnya.
Seseorang terbentuk dari sejarah...
remeh memang... bagi yg tidak mengenal sosok itu yg berjuang di masanya...
Tapi orang sekarang hanya bisa menilai...
sesuatu yg dirinya sendiri tidak pernah melakukannya.
Apa itu sejarah?
Jawabnya terbentuk dari masa lalu, nilai-nilai yg pernah dibangun... entah itu baik atau buruknya... terutama tentang orang.
Apakah kamu pernah bertanya yg sesungguhnya di dalam hati itu...
Kenapa kamu ada? lalu untuk apa?
Kurang lebih seperti itulah perasaan yg bisa digambarkan dari sosok-sosok bersejarah...
contohnya Albert Einstein, Graham Bell, Michaelangelo Buanaroti, Leonardo Davinci, dlsb.
Pernahkah kalian mengingat... sudah berapa banyak orang yg telah hilang?
Apa kalian mengingatnya sebagai sosok yg penting?
Karna keseharian hidup... kita biasa memilih untuk tidak peduli... terkadang kita juga yg sombong, sehingga sosok diri tidak ada yg mengingat.
Dengan perkataan... hati seseorang mampu tergerak,
Dengan tindakan... yg tak sewajarnya, orang jadi mengingat tentang dendam.
Kalian pikir berapa banyak lagi...
Orang yg mau mengingat, dan diingat...
Dalam luasnya sejarah... tercatat besarnya noda yg disebut dosa...
Dan kalian tahu itu buruk...
Tapi Orang hanya terus mengulangnya, begitu dan terus begitu...
Kenapa?
Semisal... kalian pernah mengetahui hal itu buruk waktu kecil, tapi kalian malah mengulanginya saat dewasa tanpa rasa bersalah... dan tanpa mengingat pengetahuan yg sudah kalian ketahui dulu.
Apa orang serendah itu?
Pernahkah ada dalam memory... seseorang yg benar-benar penting...
Orang baik yg akan selalu diingat...
Saya punya, dia Paman Saya... dan masih banyak lagi... orang-orang baik lainnya itu di ingatan saya.
Saya memiliki banyak sekali memory tentang Orang baik...
Kenapa bisa begitu?
Seperti saya menyadari kebodohan dari dosa... yg pasti saya juga melakukannya.
Namun saya tidak lantas putus asa... untuk berubah ke arah yg lebih baik.
Lalu orang itu selalu datang pada saya dan mengisi ingatan saya tentang kebaikannya...
Orang baik memang remeh... diremehkan orang...
Karna dunia ini bekerja demikian... meremehkan Orang baik.
Akan tetapi... bagian sejarah terukir bagi orang yg berjuang demi hal besar.
Meskipun dunia bekerja demikian... jumlah Orang yg masih waras jauh lebih meyakinkan.
Siapa Saya?
Saya Oktafianus Bernalius Manalu,
Apakah saya bisa menjadi bagian dari sejarah?
Sejarah Orang-Orang baik itu... yg mati dengan menyia-nyiakan hidup sesaatnya, akan tetapi berhasil mengukir kenangan manis di hati orang-orang yg mau mengenalnya... karna perbuatan yg terpuji.
Semoga saya berhasil.
by: Oktafianus Bernalius (Obey Kaiga)
Apa apa saja yg telah dilalui... apa kamu bisa benar-benar mengingatnya...
Sebenarnya tidak harus sedetail itu, ya... apakah kamu benar-benar mengingatnya.
Seseorang terbentuk dari sejarah...
remeh memang... bagi yg tidak mengenal sosok itu yg berjuang di masanya...
Tapi orang sekarang hanya bisa menilai...
sesuatu yg dirinya sendiri tidak pernah melakukannya.
Apa itu sejarah?
Jawabnya terbentuk dari masa lalu, nilai-nilai yg pernah dibangun... entah itu baik atau buruknya... terutama tentang orang.
Apakah kamu pernah bertanya yg sesungguhnya di dalam hati itu...
Kenapa kamu ada? lalu untuk apa?
Kurang lebih seperti itulah perasaan yg bisa digambarkan dari sosok-sosok bersejarah...
contohnya Albert Einstein, Graham Bell, Michaelangelo Buanaroti, Leonardo Davinci, dlsb.
Pernahkah kalian mengingat... sudah berapa banyak orang yg telah hilang?
Apa kalian mengingatnya sebagai sosok yg penting?
Karna keseharian hidup... kita biasa memilih untuk tidak peduli... terkadang kita juga yg sombong, sehingga sosok diri tidak ada yg mengingat.
Dengan perkataan... hati seseorang mampu tergerak,
Dengan tindakan... yg tak sewajarnya, orang jadi mengingat tentang dendam.
Kalian pikir berapa banyak lagi...
Orang yg mau mengingat, dan diingat...
Dalam luasnya sejarah... tercatat besarnya noda yg disebut dosa...
Dan kalian tahu itu buruk...
Tapi Orang hanya terus mengulangnya, begitu dan terus begitu...
Kenapa?
Semisal... kalian pernah mengetahui hal itu buruk waktu kecil, tapi kalian malah mengulanginya saat dewasa tanpa rasa bersalah... dan tanpa mengingat pengetahuan yg sudah kalian ketahui dulu.
Apa orang serendah itu?
Pernahkah ada dalam memory... seseorang yg benar-benar penting...
Orang baik yg akan selalu diingat...
Saya punya, dia Paman Saya... dan masih banyak lagi... orang-orang baik lainnya itu di ingatan saya.
Saya memiliki banyak sekali memory tentang Orang baik...
Kenapa bisa begitu?
Seperti saya menyadari kebodohan dari dosa... yg pasti saya juga melakukannya.
Namun saya tidak lantas putus asa... untuk berubah ke arah yg lebih baik.
Lalu orang itu selalu datang pada saya dan mengisi ingatan saya tentang kebaikannya...
Orang baik memang remeh... diremehkan orang...
Karna dunia ini bekerja demikian... meremehkan Orang baik.
Akan tetapi... bagian sejarah terukir bagi orang yg berjuang demi hal besar.
Meskipun dunia bekerja demikian... jumlah Orang yg masih waras jauh lebih meyakinkan.
Siapa Saya?
Saya Oktafianus Bernalius Manalu,
Apakah saya bisa menjadi bagian dari sejarah?
Sejarah Orang-Orang baik itu... yg mati dengan menyia-nyiakan hidup sesaatnya, akan tetapi berhasil mengukir kenangan manis di hati orang-orang yg mau mengenalnya... karna perbuatan yg terpuji.
Semoga saya berhasil.
by: Oktafianus Bernalius (Obey Kaiga)
Minggu, 13 November 2016
HARI INI! DAN AKU HARUS ISTIRAHAT!
rembulan redup ditutup awan gelap...
tersemat mimpi dibalik gelisah...
esok kan seperti apa... seperti cerah?
atau malah dunia gelap gulita...
kalau soal diri tak pernah berarti...
tak pernah puas sifat sejati...
mau sampai kapan...
hidup semu bertahan...
pagi saja sudah muncul...
perut serasa melepas rohnya...
apa ada sesuap nasi dibalik tudung saji...
syukur syukur ada lauknya juga...
seperti terik mentari siang...
menantang ditantang dan tertantang...
adalah keharusan dalam berjuang...
kalau tidak begitu... mana bisa makan siang...
malamnya datang lebih cepat...
bau aroma tubuh yang lelah pun pekat...
demi hari ini yang teramat berat...
AKU HARUS ISTIRAHAT!
demi esokku memikat hati para pencintaku lagi yang selalu mendekat... ^_^
tersemat mimpi dibalik gelisah...
esok kan seperti apa... seperti cerah?
atau malah dunia gelap gulita...
kalau soal diri tak pernah berarti...
tak pernah puas sifat sejati...
mau sampai kapan...
hidup semu bertahan...
pagi saja sudah muncul...
perut serasa melepas rohnya...
apa ada sesuap nasi dibalik tudung saji...
syukur syukur ada lauknya juga...
seperti terik mentari siang...
menantang ditantang dan tertantang...
adalah keharusan dalam berjuang...
kalau tidak begitu... mana bisa makan siang...
malamnya datang lebih cepat...
bau aroma tubuh yang lelah pun pekat...
demi hari ini yang teramat berat...
AKU HARUS ISTIRAHAT!
demi esokku memikat hati para pencintaku lagi yang selalu mendekat... ^_^
Jumat, 11 November 2016
NARUTO MANGA FRONT COVER
![]() |
| VOLUME 01 |
![]() |
| VOLUME 02 |
![]() |
| VOLUME 03 |
![]() |
| VOLUME 04 |
![]() |
| VOLUME 05 |
![]() |
| VOLUME 06 |
![]() |
| VOLUME 07 |
![]() |
| VOLUME 08 |
![]() |
| VOLUME 09 |
![]() |
| VOLUME 10 |
![]() |
| VOLUME 11 |
![]() |
| VOLUME 12 |
![]() |
| VOLUME 13 |
![]() |
| VOLUME 14 |
![]() |
| VOLUME 15 |
![]() |
| VOLUME 16 |
![]() |
| VOLUME 17 |
![]() |
| VOLUME 18 |
![]() |
| VOLUME 19 |
![]() |
| VOLUME 20 |
![]() |
| VOLUME 21 |
![]() |
| VOLUME 22 |
![]() |
| VOLUME 23 |
![]() |
| VOLUME 24 |
![]() |
| VOLUME 25 |
![]() |
| VOLUME 26 |
![]() |
| VOLUME 27 |
![]() |
| VOLUME 28 |
![]() |
| VOLUME 29 |
![]() |
| VOLUME 30 |
![]() |
| VOLUME 31 |
![]() |
| VOLUME 32 |
![]() |
| VOLUME 33 |
![]() |
| VOLUME 34 |
![]() |
| VOLUME 35 |
![]() |
| VOLUME 36 |
![]() |
| VOLUME 37 |
![]() |
| VOLUME 38 |
![]() |
| VOLUME 39 |
![]() |
| VOLUME 40 |
![]() |
| VOLUME 41 |
![]() |
| VOLUME 42 |
![]() |
| VOLUME 43 |
![]() |
| VOLUME 44 |
![]() |
| VOLUME 45 |
![]() |
| VOLUME 46 |
![]() |
| VOLUME 47 |
![]() |
| VOLUME 48 |
![]() |
| VOLUME 49 |
![]() |
| VOLUME 50 |
![]() |
| VOLUME 51 |
![]() |
| VOLUME 52 |
![]() |
| VOLUME 53 |
![]() |
| VOLUME 54 |
![]() |
| VOLUME 55 |
![]() |
| VOLUME 56 |
![]() |
| VOLUME 57 |
![]() |
| VOLUME 58 |
![]() |
| VOLUME 59 |
![]() |
| VOLUME 60 |
![]() |
| VOLUME 61 |
![]() |
| VOLUME 62 |
![]() |
| VOLUME 63 |
![]() |
| VOLUME 64 |
![]() |
| VOLUME 65 |
![]() |
| VOLUME 66 |
![]() |
| VOLUME 67 |
![]() |
| VOLUME 68 |
![]() |
| VOLUME 69 |
![]() |
| VOLUME 70 |
![]() |
| VOLUME 71 |
![]() |
| VOLUME 72 - END |
Langganan:
Komentar (Atom)











































































