Jumat, 30 Mei 2014

Love is Complicated " Cinta Memang Rumit " bag.5


wahhh... Vivi?
aku kaget bahkan tak mampu berkomentar apa2... hanya mampu berbicara dalam hati.
Benarkah itu dia? Tidak salah lagi...
Philip pun menegurku...
" Dru... dia itu bukannya Vivi !? "
" Selamat pagi para pemuda ganteng " sapanya kepada kami para mahasiswa di kelas ini.
" Pagiiiiiiiiii... miss " begitu semangatnya teman-temanku membalas sapaannya.
Philip pun sama... kulihat begitu bersemangat. Dasar plin plan... aku tahu di lubuk hatinya yg paling dalam itu masih terukir nama Vivi, soalnya dia dulu fans beratnya.. haha walau di depanku dia berpura-pura dingin bilang tidak kecewa... karna aku temannya yg paling dekat.

" Seutas tali tak lengkap tanpa mengikat benda...
Demi teratai pujangga mampu berjalan di atas air...
Rasa kian terhapus kalau ku kau pupus...
Sehelai benang tak lengkap tanpa jarum...
Demi mawar pujangga berdarah tertusuk duri...
Hati bertuan bila mengenal engkau... cinta "
Vivi pun mulai berpuisi...
Semua temanku pada terkagum-kagum melihat auranya...
" ada yg bisa membalas "
" umf... Endru... " seketika itu dia menunjukku untuk membalas puisinya... Philip kulihat ketus lagi.. haha

" e... emm...
Saat hari mulai petang...
Terdengar suara jangkrik...
Rintihan sajak mengelu-elu bagai eksentrik...
Hatiku ini tuan penuh perasaan padamu...
Tetapi bukan auramu...
Yang menyentuh kalbu...
Melainkan... Persahabatan. "
Vivi lalu mengerti arti puisiku itu... dan dia hanya diam saja. Dan melanjutkan mata kuliah yg ingin diajarkannya...

Mata kuliah selesai... dia pamit keluar kelas. Teman-temanku mengikutinya keluar...
Aku keluar terakhir... namun ternyata Vivi masih menungguku diluar.
" dru... kamu kenapa seperti itu tadi ? "
" seperti itu bagaimana.. bu... dosen "
" huftttt " ketusnya.
Dan disisi lain... Rena lewat. Kakak tingkatku itu sepertinya memperhatikan banyak gerak-gerikku lagi...
Dia kesal. Aku jadi tidak karuan...
Vivi kuabaikan... aku meninggalkannya dalam setiap perkataannya.

Aku ke kantin... Vivi masih mengikuti...
Philip ternyata disana juga, dan kelima lengkap Four J... dan tiga TRIO SETIA.
Philip melirik ke arahku penuh ketus...
Shereen juga memperhatikanku yg didekati Vivi... Yuka kulihat malah memperhatikan Philip penuh ketus.
Dan sisa tiga FOUR J lainnya memperhatikan Philip... Dona, Dewik dan Rika...
Rena pun datang juga bersama ketiga temannya Ajeng, Yosi dan Enes membeli sesuatu di kantin, kulihat Rena masih memperhatikanku yg didekati Vivi...
Tiba-tiba dalam saling pandang-memandangi kami semua...
Seorang pria jatuh cinta mendekati Dewik... menyatakan cintanya... lalu ditolak mentah-mentah olehnya.
Nabila marah... dan menghampiri FOUR J...
Versus TRIO SETIA dan FOUR J pun memasuki babaknya...

to be continued.~



Nabila - LEADER of TRIO SETIA
Gita - anggota TRIO SETIA
Rara - anggota TRIO SETIA

Jumat, 23 Mei 2014

Love is Complicated " Cinta Memang Rumit " bag.4

“ kenapa? Kenapa kalian selalu muncul? “ ucap Philip. Sepertinya dia sensi melihat kami berdua… atau sensi terhadap semua wanita disekitarnya…
“ hey cecunguk jangan sok “ sahut Yuka. Endru hanya tertawa-tertawa kecil memperhatikan Philip dan Yuka yg berdebat, sedang aku hanya diam.
“ sok bagaimana? Membingungkan! Kalian ini… para ladies selalu mengejar kesempurnaan ya? Tak taukah kalian.. bahkan wajah ini pun akan memudar cahayanya  “ sambung Philip.
Yuka hanya jealous mendengar perkataannya barusan. Mungkin dalam hatinya berpikir Philip ini yg benar-benar sok.
“ Sudah Sudah… maaf ya Philip! Kami berdua ga akan ganggu dech… mari “
Aku lalu mengajak Yuka turun lagi kebawah. Sekilas Philip menatapku dengan lembut… wahh hatiku jadi dag dig dug. Untuk selanjutnya aku tidak tau lagi harus bagaimana bila berhadapan dengannya(Philip) setelah kejadian ini. Dan mereka pun mulai berdialog.. antara Endru dan Philip, namun aku tak tau apa yg mereka bicarakan karna aku yg membawa Yuka turun.


“ Hey Philip! Kenapa kamu ketus begitu sama ladies? “ aku menyambung obrolan dengan Philip. [Endru]
“ aku muak saja melihat tingkah para gadis sekarang ini… ada pria tampan mereka kejar-kejar sampai ke ujung dunia… sedang banyak pria yg walaupun kurang tampan tapi setia dan cinta malah tidak diperhatikan.. dipedulikan… “
“ cukup realistis lip… aku suka pendirianmu itu.. hanya saja kalau kamu terus begini kamu tidak akan mendapat pasangan untuk menyambung kesepianmu itu “
“ hmmff… realistis ya dru? Mungkin! Baiklah sobat… kita sudah bersahabat sejak SD, tentu saja kau dan aku lebih paham satu sama lain… tenang saja masalah pasangan itu seperti katamu tentu akan kuseriuskan ^_^ “
“ baguslah… hahahahaha :D tapi ini bukan karna Vivi kan… sebab dia adalah incaran kita berdua dulu “
“ walaupun dia lebih dekat denganmu… tapi aku sama sekali tidak masalah dru… “
“ ya… tapi aku juga sempat dikecewakan olehnya, karna dia yg pergi entah kemana… bahkan tak ada kabar beritanya… hafttt “ aku menghela nafas mengingat-ingat tentang seorang wanita yg dulu pernah dekat dengan kami berdua.
Wanita itu bernama Vivi… kakak kelas kami dulu di SMA.


Aku lalu kembali melihat kerumunan orang di bawah… sedang Philip melihat kembali ke langit, karna memang inilah style kami kalau sedang berada di atas atap… bukan sesuatu yg istimewa, hanya kebiasaan saja.
“  ini… kubawakan film kesukaanmu di flasdisk ini “ kata Philip sembari menyerahkan FD itu padaku.
“ bukan film biru kan? Atau kisah-kisah cinta mengharukan yg memuakkan itu “
“ tentu saja bukan… film action kesukaanmu kog sama film-film movie bioskop terbaru seperti ‘ AMAZING SPIDERMAN 2 ‘ “
“ wahhh, sudah keluar ya… baiklah aku pinjam ya FD 16 GB mu ini.. pasti akan seru nich, akhirnya… keluar juga “
“ kan sudah kubilang… kau dan aku lebih paham satu sama lain “
“ OKE! SIP lah! Hahahahaha :D “
Dan aku lalu mengajak Philip untuk turun kebawah… ke Perpus. Karna kupikir sudah waktunya kami untuk masuk kelas kembali… dan kupikir juga setelah yg tadi Yuka dan Rena jelas tidak berada di Perpus lagi. Dan benar saja… memang sudah tidak ada lagi.


Kami berdua kembali ke kelas kami… kelas Seni Patung. Lama kami menunggu kelas dimulai… kudengar Pak Ruben tidak masuk hari ini. Beliau adalah dosen seni yg sangat hebat dan artistic…
Aku lalu mengobrol-ngobrol dengan teman sekelasku menanyakan tentang Pak Ruben.
Ternyata benar saja… Pak Ruben benar tidak masuk hari ini.
Lalu mereka menambahkan… pelajaran seni patungnya akan digantikan oleh pelajaran berpuisi oleh dosen wanita yg rumornya secantik Athena…
Dalam hatiku “ puisi ya!? Seperti kesukaan Vivi saja “
sampai aku dulu harus belajar membuat puisi-puisi puitis untuknya tiap malam dan kukirim lewat SMS ke HP nya paginya. Hari-hari yg melelahkan…
Dan Aku kini mengajak ngobrol Philip… dan tiba-tiba sosok yg sudah tidak asing itu muncul dengan keanggunannya… memecah perhatian kami semua sekelas.
Dan dialah… Vivi???

to be continued~



Philip
Vivi
Ruben


Selasa, 20 Mei 2014

Love is Complicated " Cinta Memang Rumit " bag.3


" Lagi ngapain sich disitu? Kita orang nyari-nyariin juga dari tadi kesana kemari " sambung Yosi." Ini... aku lagi mantau objek seni " jawabku sekenanya. " alahhh paling juga lagi ngeliyatin rumor dewa ares tuh... si Rena " sambung Ajeng." ahahahaha " Enes malah tertawa.Tapi benar saja... kuakui memang aku sedang memantau adik tingkatku yg ganteng itu... Dona yg kecewa lalu murung saja di bangku taman itu. Ketiga temannya itu.. Rika, Shereen, Dewik hanya tertawa saja melihat kegagalannya. Lalu Philip kulihat hendak menuju arah Perpustakaan... aku lalu jujur kepada teman-temanku.." iya... aku lagi mantau dewa ares nich... aku duluan ya! Apa kalian mau ikut juga? " " yaudah sana... dasar Aprodhite " mereka lalu membiarkanku...


Saat aku berjalan ke Perpustakaan... kulihat Endru juga masuk ke situ.. wahhh.Sepertinya aku mendapatkan dua objek seni yg menakjubkan kali ini...Aku lalu masuk ke Perpus, dan disana tak bisa kuduga sebelumnya... Disitu duduk Yuka yg sedang mendengarkan lagu dari MP3 Player menggunakan Earphonenya dan membaca novel di bagian buku-buku percintaan. Kulewatkan saja dia... mencari-cari kedua adik tingkatku itu...Ternyata mereka malah tidak ada. Padahal seharusnya kan mereka ada di dalam... Kemudian Yuka angkat bicara... " kamu dan Four J sepertinya terkena virus dewa ares ya? fufufu... kalau kamu mencari Philip dia ada di atas... naik tangga yg itu. "


Oh iya baru kuingat... di sudut salah satu rak... ada tangga darurat menuju kebawah dan ke atas... karna memang Perpustakaan Fakultas kami ada di lantai 3 dari 4 lantai Fakultas kami. Bukan tangga utama memang.. tapi cukup untuk mengantar kita menuju ke atas dan ke bawah untuk memudahkan kami langsung menuju kelas kami yg berada di lantai 2 dan 4 karna area Perpus yg cukup luas dan jangkauan yg cukup jauh untuk menuju Pintu Depan Perpus. " kamu memiliki maksud tersembunyi ya Yuka? " balasku..." fufufufu, mana ada! sudah sana... ohh iya pria culun yg menabrak Shereen juga ada di atas "


Ternyata Yuka memperhatikan anak buahnya juga. Walau di satu sisi dia jarang mau berjalan bersama para anak buahnya itu... buktinya kejadian yg tadi dia mengetahuinya. Ya, saat ini aku menuju ke atas... dan wahh silau juga sinar mentarinya...Aku lalu mengendap-endap. Philip sedang memandang langit... dan Endru sedang melihat ke bawah. Wajah Philip siang ini cerah sekali di bawah sinar mentari. Sedang Endru kulihat muram... tak tahu apa yg sedang dipikirkan mereka berdua. Lalu aku hanya asik saja dalam lamunanku... Yuka lalu menegurku " Heyyy ". Sontak aku kaget...Yuka sudah tidak mengenakan Earphonenya lagi... Dan karna seruannya itu hening Endru dan Philip pun terpecah... dan melihat ke arah kami. Wajah Philip jadi terlihat sedikit sinis... sedang Endru hanya senyum-senyum kecil...
to be continued ~
Yuka
Dona - Four J
Dewik - Four J
Rika - Four J
Shereen - Four J


Rabu, 30 April 2014

Love is Complicated " Cinta Memang Rumit " bag.2

Ternyata Endru malah tiba-tiba menggandeng Shereen kesudut salah satu pilar kantin… Dia menatap tajam Shereen, yg membuat Shereen jadi tak karuan jg jadinya… Aku yg melihat kejadian itu jadi sedikit kesal juga… apalagi Four J. Tetapi perlakuan Endru setelah itu membuat semua wanita di Kampus jadi memperhatikan sikapnya yg anggun… kenapa? Saat dia menatap tajam Shereen dia menyeka dahi Shereen lalu berkata “ Sakit ya? Maafkan Dahiku ya yg seenaknya memakan Dahimu “ lalu dia berlutut menekuk kedua siku kakinya di hadapan Shereen dan Four J.

Four J lalu menegur Shereen yg tidak berbuat apa-apa terhadap perlakuan Endru itu kata mereka “ Lo kog diem aj sich ren… kasih pelajaran donk nich anak baru “. Lalu Shereen kembali ke sifat awalnya… dia menyentuh kepala Endru yg dalam posisi berlutut itu dan mendekatkan muka Endru ke sepatunya. Endru dibuat mencium sepatu Shereen. Endru hanya diam saja… Karna aku tidak tega, aku mendekati adik kelasku itu… lalu membangunkannya dan membawanya… Kulihat dari kejauhan.. wajah Shereen yg tidak puas… atau… merasa kesal seperti yg kulakukan tadi? Tak tahulah…

Lalu aku memarahi Endru… kataku “ Kenapa meminta maaf sama mereka sich… yg salah itu tadi kan mereka… si Shereen itu yg ga ngeliyat jalan dan malah ngobrol terus sama teman-teman berandalnya itu “ Lalu jawaban Endru itu malah membuatku tercengang karnanya… “ Umf… ternyata Mbak Rena ya!? Makasih ya! Mbak Rena juga perempuan kan… kalau Mbak Rena yg jadi Mbak Shereen dalam posisi barusan apa yg Mbak Rena mau dari saya selain permintaan maaf yg tulus ? Mau itu salah siapa yg lebih dulu “ Ladies is First “ Mbak… utamakan perempuan, gthu lho Mbak “ Kemudian Endru pergi dengan santai menuju fakultasnya… meninggalkanku yg masih terpaku mendengar jawabannya barusan. Jawabannya sich memang sederhana “ Ladies is First “ tapi entah kenapa kharismanya itu yg berhasil mengobrak-abrik… mengguncang-guncang hati kecilku ini. Aku lalu pergi kearah Taman… ternyata Dona sudah mulai mendekati Philip.

Kulihat Philip lalu berdiri dan malah meninggalkan Dona… aku sendiri tak begitu mengerti apa yg mereka bicarakan barusan. Namun dari sikap Philip… kurasa Dona membuat Philip sedikit kesal. Dalam hati aku merasa kegirangan… ternyata Dona tidak berhasil menggerakkan hati Philip. Di tengah kegiatan memata-mataiku itu teman-temanku datang menegurku… “ Rena…………………… heyyyyyy “ sahut Yosi. Aduh! Kenapa mereka datang disaat yg tidak tepat sich gumamku dalam hati. Padahal aku ingin lihat sehabis Dona yg sepertinya Gagal siapa selanjutnya anggota Four J yg akan turun langsung menjerat hati Sang Dewa Ares…

to be continued ~

 
Rena

Selasa, 29 April 2014

Love is Complicated " Cinta Memang Rumit " bag.1


Tahun ini Universitas tempatku Kuliah menerima Mahasiswa baru lagi. Tahun ini adalah Tahun terindah menurutku… soalnya banyak sekali anak baru yg ganteng-ganteng. O ya namaku Rena… saat ini aku Kuliah di Universitas yg cukup ternama “ USS (Universitas Segala Seni) “.
Karna memang namanya Segala Seni… itu artinya Universitas tempatku Kuliah ini menyediakan berbagai jurusan Seni di mata kuliahnya…
Banyak juga kegiatan extrakulikuler yg sangat menarik, contohnya salah satu ex yg kuikuti yakni ex Seni Rupa. Dan di Tahun inilah Tahun yg akan merubah segala pandanganku mengenai seorang Pria…

Seminggu sudah MOS berlalu, rasa puasku melihat adik-adik kelas yg ganteng-ganteng kurasa sudah tercukupi. Tapi satu hal yg membuatku heran… ada satu adik kelasku bernama ‘ Endru ‘ yg awalnya kukira sifatnya aneh karna penampilannya yg urakan itu…
Namun ternyata dia cukup humoris jg… memang tidak setampan yg kubayangkan dibanding dengan adik kelasku yg lain ‘ Philip ‘.
Akan tetapi perasaan hangat yg dimilikinya cukup menggugahku juga…

Kegiatan Perkuliahan pun sudah dimulai lagi… teman-temanku yg cantik-cantik juga sudah kembali mengisi bangku kuliah… ada Ajeng, Enes, dan Yosi. Dan lalu empat gadis yg tidak kusuka sudah masuk juga. Karna reputasi mereka yg cukup buruk dan terkenal di Perkuliahan yg sering mempermainkan perasaan suka dari banyak pria, mereka sering disebut “ Four J “ yakni empat jutek dengan anggotanya yaitu Dewik, Dona, Rika dan Shereen… dan leader mereka yg memilih jalan penyendiri tapi ya tetap saja mereka mengakuinya sebagai leader Four J ‘ Yuka ‘ peranakan Jepang.

Aku mengambil jurusan Seni Lukis… karna Melukis bagiku memiliki soulnya tersendiri… membangkitkan jiwa, menenangkan batin seperti ajaran Pelukis terkenal idolaku “ Leonardo Da Vinci “.
Teman-temanku pun sama… mengidolakan DaVinci. Dan otomatis Four J dan Yuka pun sama jurusannya dengan kami. Sebal sebenarnya… tapi ya mau bagaimana.
Adik kelasku yg ganteng Philip dan Endru masuk di Jurusan Seni Patung… kudengar-dengar Philip mengidolakan “ Michaelangelo Buonarroti “.

Dan dari segelintir anak baru wanita… cewek-cewek… gadis-gadisnya… ada tiga orang yg membuat grupnya sendiri dengan nama TRIO SETIA dengan anggotanya Nabila, Gita dan Rara yg mengetahui dan menentang tingkah kakak kelasnya Four J dengan leader mereka yg cukup brani juga si Nabila itu.
Wahhh kurasa tahun ini akan cukup seru juga…
Hari demi hari berlalu dan berjalan seperti biasa… hanya saja yg tidak biasa adalah seluruh anak gadis di Perkuliahan hangat membicarakan Philip yg katanya tampan setampan Dewa Ares… begitulah penuturan mereka dan akhirnya membuat Philip jadi idola di Kampus.
Siang itu kulihat Four J sedang berulah lagi… menggoda para pria lalu mencampakannya. Dan sepertinya desas desus Dewa Ares sampai juga ke telinga mereka… Mereka membuat taruhan siapa yg akan mendapatkan Philip lebih dulu… dan dimulailah pertarungan sengit cinta, dengan Dona yg lebih dulu tampil menghampiri Philip.
Four J melangkah menuju Taman karna memang disana Philip biasa nongkrong menguras jiwa seninya…
di tengah jalan Shereen menabrak Endru. Apa yg akan terjadi ya setelah itu?




Endru

Sabtu, 21 Desember 2013

The Girl and The Bad Guy 3:) part. 10 - [END] -



·         Pintu pun terdobrak… entah siapa yg telah mendobraknya, yg jelas Paman duduk tenang saja kuperhatikan.
Sedang anak buah Paman berlari menuju sumber suara. Dan dengan cepat mereka sudah kembali lagi sambil berteriak…
“ Bosssssssss… dia sudah datang! “
[Siapa ‘dia’ yg dimaksudkan itu? Mungkinkah Denis!?] pikirku dalam hati saking senangnya… duhhh deg-deg’an sekali jadinya.
Dan lalu suara teriakan keras terdengar semakin mendekat…
“ VigoRrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr keluarrr  kauuuuuuuuuu sialannnnnnnnnnnnnnnn “
Pamanku hanya tertawa saja
“ hahahahaha 3:) masuklah! Kau memang diundang…. “
lalu setelahnya Paman menyebut sebuah nama..
“ Alex “
Siapa Alex? tanyaku dalam hati. Jadi bukan Denis…
Jadi.. dari awal Paman sudah mengetahui siapa yg akan datang. Aku pun hanya bisa terpaku melihat kedatangan seorang yg berangas sekali, yg badannya lebih besar dari Paman di barisan depan dengan diikuti puluhan anak buahnya yg tampangnya seram-seram, lebih seram lagi daripada anak buah Paman dari tampang maupun kekuatannya kurasa.
Lalu dia pun yg bernama ‘Alex’ itu mulai angkat bicara…
“ Hari ini nyawamu akan kucabut dari tubuhmu VigoR! Sudah cukup kau selama ini bermain-main denganku… kau pikir sudah berapa anak buahku yg kau bunuh karna alasan tidak jelasmu itu… “
“ Gambar!? Kau pikir alasan apa itu sampai harus membunuh banyak orang… kekanak-kanakan sekali!!! “ sambungnya.
“ Sudah!!! Hahhhhhhhhhhhhhh… kau ini berisik sekali.. kalau ingin cabut.. cabut saja bodoh kalau kau memang sanggup! Jangan banyak bicara… namun buktikan saja. Buktikan hasilnya“.
Paman pun mulai menyerang Alex itu. Aku hanya terbujur kaku saja.. bulu kudukku merinding semua, badanku tak mampu bergerak dari tempatku berdiri sekarang.
Anak buah Paman pun seakan tak gentar.. mulai menghadapi anak buah Alex yg puluhan orang  itu.


·         “ Heahhhhhhhhhhhh “ terdengar suara lain lagi dari arah pintu yg terdobrak tadi. Siapa lagi kali ini pikirku…
BAK BUK BAK BUK… dari belakang (dari arah pintu) anak buah yg puluhan orang itu pun satu persatu dikalahkan. Dan ternyata orang itu tidak lain adalah….
“ Denisssssssssssssssssssssss “
“ Ellaa, tunggu sebentar.. tunggu disitu.. enyah kalian semua ikan teri “
“ hahahahaha 3:) “ paman pun tertawa. Gawat pikirku… karna kurasa Paman pasti sedang memikirkan hal yg lain mengenai Denis.
Alex menyerang membabi buta kearah Paman..
Paman dengan mudah menangkis semua serangannya. Hans, dan Lego kulihat bertarung sengit sekali dengan para anak buah Alex. Tapi tak kulihat raut anak buah Paman satu lagi… yg namanya ‘Eman’ kalau tidak salah. Denis pun mulai menghabisi beberapa orang sambil terus menerobos ke depan menjemputku disini.


·         Dan Denis pun berhasil menerobos setelah mengalahkan beberapa orang itu. Mulai berlari menujuku namun dihalangi Paman dengan satu terjangan keras. Denis pun terpental lagi ke arah anak buah Alex yg tersisa. Dengan bengis anak buah Alex mulai menyerang Denis… Denis menangkis saja sambil tersungkur dan mulai bangkit lagi. Dengan satu tendangan dibawah kaki Denis menjegal beberapa anak buah Alex hingga jatuh.
Dan mulai berlari lagi kerahku. Namun kali ini tidak ada yg mencegahnya.. karna Paman kini mulai sengit menghadapi Alex… karna Alex yg berbadan besar itu mulai serius.
Denis lalu memelukku erat sekali. Kuperhatikan badannya memar dan penuh luka..
hanya untuk menolong dan menjagaku selama ini.
“ Terima Kasih, Denis “ ucapku sambil terharu…
“ Tidak masalah! Tenanglah! Aku sudah menghubungi Polisi dan orangtuamu… sesegeranya mereka akan tiba di lokasi ini “
“ hikz hikz huaaaaaaaaaaaaaaaaaa “ aku hanya bisa menangis saja sambil memeluk erat Denis.. membalas pelukannya dengan erat juga hingga dadanya yg bidang dan dadaku bersentuhan.


·         Alex pun kulihat mulai mengacungkan pistol, disusul Paman juga. Mereka terlibat baku hantam dan saling tembak. Denis lalu menyuruhku tiarap dibalik sofa. Sementara ia pun pergi lagi berlari tak tahu entah kemana.. karna kini aku hanya bisa bersembunyi dibalik sofa saja, tak ingin terlibat adu tembak Paman dan Alex itu.
Aku (Denis) pun mulai berlari menuju arah Alex itu… karna kini aku sudah mengetahui duduk permasalahannya. Karna kulihat Ella tidak mendapat luka sedikit pun dari Vigor, kurasa Vigor ini tidak terlalu buruk juga… tendangannya barusan kutahu juga, sepertinya dia berusaha menghindarkanku dari pria besar bernama Alex itu.
Kenapa aku dapat mengetahui namanya… mudah saja.
Kembali dari saat aku tersungkur saat pertarunganku dengan Vigor. Aku bangun lalu menuju garasi rumahku (rumah bibi yg tidak jauh dari Kampus) dan mengambil motor crossku sambil mengikuti jejak Ella yg sudah kuperkirakan arahnya sedemikian rupa dari arah mobil Ferrari Hitam itu melaju tadi.. karna arah jalan itu setengah jalan adalah lurus. Dan dipertengahan jalan kutemukan sepatu yg kukenali sepatu Ella.. dari situ kutemukan secarik kertas yg isinya nama-nama PLANK TULISAN dari jalan yg kulalui dan sebuah CLUE yg bertuliskan “ villa di Puncak “ . Aku tahu Puncak di daerah Jawa ini tidak lain adalah di daerah Jawa Barat. Kutelusuri saja, sampai akhirnya kutemukan sebuah villa yg ramai dikerumuni massa yg terlihat seperti para Preman. Dengan pemimpinnya yg bernama “ Alex “ kenapa bisa kutahu, karna beberapa anak buahnya menyebutnya dengan nama itu.
Langsung saja kuhubungi pihak kepolisian setempat dan menelpon juga orangtua Ella.


·         Oke! Saat ini aku berlari menuju ke Alex itu… dan mulai menendang pistol yg ia pegang sampai terlepas dari genggamannya. Vigor kulihat tertawa saja…
“ hahahahaha 3:)
Namun kulihat lagi orang yg bernama ‘ Eman ‘ mulai mendekati Vigor dan…
menusuknya dari belakang.
ZRATZZZZZ… punggung perut sebelah kiri Vigor pun tertusuk sebilah pisau yg ditusukkan Eman. Tak terduga.. tarnyata salah seorang anak buah Vigor  berkhianat kepadanya.
“ AGHHHHHHHHHH… “  Vigor pun mulai menahan sakitnya sambil membanting Eman lalu menembak mati dia..
“ DORRRRRRRRRRRRRR “.
Anak buah yg lain pun Hans dan Lego melihat kejadian itu… dan kecewa terhadap Eman yg selama ini mereka kenal. Namun mereka pun yg mulai lengah kini menjadi bulan-bulanan dari kemarahan anak buah Alex yg masih tersisa beberapa orang.
Hans dan Lego pun kupikir kini sudah tamat.
Tinggal Alex dan aku kini yg saling berhadapan… Dan lalu karna kesal tak tau kenapa Alex itu kukalahkan dengan cepat sekali… tiap pukulanku tepat sasaran dan mengenainya dengan kuat dan sadis sepertinya kali ini. Pikiranku melayang entah kemana.
DESH DESH DESH DESH DESH DESH DESH DESH heahhhhhhhhhhhhhh
Dan dengan terjangan keras kearah dagunya Alex pun tumbang.
Anak-anak buah Alex yg melihatku berpikir dua kali ingin menyerangku karna mereka melihat dengan jelas dengan mata kepala mereka sendiri aku yg menumbangkan bos mereka dengan sadis.


·         “ Ella, keluarlah.. sudah aman! “
Anak buah Alex itu lalu mulai berhamburan keluar… dan tak lama kudengar sirine mobil polisi dan kutahu Polisi pasti sudah tiba. Para anak buah Alex itu pastilah sudah berhadapan dengan pihak yg berwajib.
“ Paman!!! Pamannnnnnnnnn Pamannn “
Ella memanggil Paman ke Vigor, dan itu berarti dia masih ada hubungan keluarga dengan Ella. Pantas saja Ella tidak kenapa-kenapa saat bersamanya.
“ Ell.. aaa “
“ iya Paman! Paman kenapa? “
“ hahahahaha 3:) dasar bodohh, ponakan yg belum pernah kutengok ini kenapa harus menangis begini? “
“ Paman itu orang baik “
“ hahahahaha 3:) hikz hikz lucu sekali.. Paman ini bandittt, oiya… siapa namamu anak muda? “
“ Denis… Pa… mannnn.. “
“ Denis Luwis “ sambungku.
“ Denis Luwis yaaaaa… aku mengerti ukhhhh “
“ Ayo ke Rumah Sakit Paman “ sambut Ella.
“ Tidak perlu, ponakanku yg indah… Denis.. coba ambil arsip di laci kedua lemari kamarku. Kamarku yg ada tulisan “ Virgo “ di depan pintunya.
Saat aku masuk… kutemui banyak sketsa gambar didalam.. tak taulah, aku hanya menuju laci kedua lemari saja sekarang.
Dan kutemui arsip… yg kutau itu arsip utang piutang ayahku… Harold Luwis.
Ternyata Paman Ella adalah pihak terkait yg meminjamkan dana pada ayah… besar juga dananya $1.5 Milyar. Pantas saja ayah tak sanggup membayar dan memilih melarikan diri.


·         Dan kutemui Vigor atau Virgo aku juga bingung… Paman Ella.
“ ini Arsipnya Paman! “
“ sudah tak perlu disembunyikan lagi… aku sudah mengetahui ayahmu.. Harold Luwis yg hidung belang itu.. hahaha 3:) ukhhhhh akhhh..
dengan kusodorkan wanita dan uang ini saja dia langsung mau menanda tangani kontrak ini. “
Aku lalu sedikit kesal juga.. namun kutau Vigor ini nyawanya sudah tak lama lagi.. kudengarkan saja setiap perkataannya.
“ Hutang ayahmu kuanggap sudah LUNAS Denis… dengan satu syarat dariku.. ukhh..
JAGA PONAKANKU CINDERELLA ! kemarikan biar kutandatangani dan kustempel.. dan kuberikan keterangan bahwa seluruh asset ayahmu akan kukembalikan “
Dan lalu perasaan kesal itu pun mereda… ternyata Vigor.. Virgo atau apalah Paman Ella ini yg kata Rika jahat, bengis dan sadis tidak sepenuhnya benar.
Paman Ella ini orang baik dan berwibawa yg pernah kukenal.
“ Terima Kasih Paman, PASTI akan kujaga Ella “
“ hahahahaha 3:) cita-citamu apa, Denis? “
“ MEMBAHAGIAKAN ELLA.. CINDERELLA “
“ Baiklah! Aku mengerti… cita-cita yang mulia.. SELAMAT TINGGAL semuanya..
Ella.. sampaikan permohonan maafku ini ke Ibu dan nenekmu.. MAAF SUDAH MEMBUAT KHAWATIR! Ukhhhhh ah___________________________________________________
“ iya Paman! Pamannn Pamannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn “
“ hikz hikz huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
Dan tak lama Ayah dan Ibu Ella datang… terlebih nenek Ella juga ikut hadir.
Nenek dan Ibu Ella menangis dengan terharu sekali mendapati Paman Ella sudah terbujur kaku tak bernyawa.
Saat Ella menambahkan pesan Paman tadi… mereka pun menangis tak henti-hentinya. Ayah Ella hanya merangkulku saja.


·         Dan tibalah saatnya berbahagia. Setelah penguburan Paman Ella dan para anak buahnya secara terhormat yg dihadiri oleh kami semua.
Oiya aku sedikit lupa mengenai kompleks ini umfff Alex dan anak buahnya ditahan pihak kepolisian karna berbagai tuduhan kriminalitas yg tak terhitung lagi jumlahnya.
Aku pun lalu menikahi Ella dan meneruskan usaha di Perusahaan Ayahku dengan manajemen yg baru dan lebih matang tentunya. Ayah kembali pulang dari Negara asalnya Inggris menuju Indonesia dan menemani Ibu kembali.
Ella tak kuijinkan berhenti kuliah.. walau kami sudah menikah sekarang,  aku mengotoritaskan dia supaya menyelesaikan kuliahnya dulu… baru kami boleh memiliki Denis Junior.
Ayah Ella lalu menanamkan sahamnya juga ke Perusahaanku.. Ayah mertua boleh kusebut begitu percaya penuh pada saham yg ia titipkan padaku.
Bibi ku pun mulai menikahi salah seorang anak buah di Perusahaanku.. karna dia juga kupekerjakan disitu.
Ya! Akhir yg bahagia untuk kisah ini… ya kan Ella!?
umfffff mana kutau…
Kog begitu!?
Rika itu… bagaimana?
Lho… kita kan sudah menikah!?
Oiya kalau soal Rika.. Rika pun mulai mendirikan Panti Asuhan atas namanya yg biaya pembangunannya dibiayai sepenuhnya oleh Perusahaanku sehingga anak-anak jalanan itu tidak perlu kebingungan lagi memiliki tempat tinggal yg aman. Dan kudengar lagi kabar.. bahwa dia (Rika) pun kini juga sudah menikah dengan OB di Panti Asuhan itu… karna dia tau tak mungkin kan menungguku yg sudah berbahagia denganmu Ella… lagian kalau aku ingkari janjiku ini.. Roh Pamanmu nanti malah mengusik aku lagi.. benar kan!? Hahahahaha 3:)
Iya.. iya Denisku sayang… Aku sayang kamu.
Lho… mana mungkin!?
Kog!?
Sebab aku yg sayang kamu duluan…
hah??? Kalau itu kan aku yg duluan..
aku! (Denis)
aku! (Ella)
ya… akulah! (Denis) hahahahaha 3:) iya iya… kamu sayangg. <3
Dan.. aku pun kini menguasai wilayah yg dikuasai Paman Ella dulu dan mengacau disitu sebagai “ BAD GUY “ Penguasa Baru disitu.. yeahhhhhhhhhhhhhhh. Yang memperhatikan orang-orang yg ditindas preman-preman disitu.
“ Maju! Kalian semuaaaaa… Heahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh “



~ THE END~
ALEX
DENIS LUWIS
~ The Bad Guy ~



Minggu, 08 Desember 2013

The Girl and The Bad Guy 3:) part. 9

  • Ohh Tuhan! seperti mimpi... baru kali ini aku disukai seseorang yg aku juga menyukainya... terlebih lagi dia yg menyatakan rasa sukanya dulu padaku." sebenarnya yg gw suka saat ini adalah...'Ella', CinderElla!!! " kata-katanya itu benar-benar menyentuh hati seorang perempuan.Beda dengan laki-laki jutek yg selama ini kukejar... huh, nyebelin. Galz pun mulai bertanya lagi padaku.
    " Ella! bersediakah menemaniku nonton malam ini!? "
    " mau mau mau, ya! " jawabku cepat begitu saja.. kegirangan.
    Dan Elsa pun meninggalkan kami dengan muka yg tampak kesal sekali.. biarlah!
    Galz pun menggandengku dan mengantarku ke ruang kelas. Duhhh rasanya hatiku saat ini sangat berbunga-bunga sekali.. Pulangnya aku pun berjalan bersama Galz... menuju halte, sepertinya Galz jg sama dengan Denis.. pulang ke rumah dengan menaiki kendaraan umum. Disaat itu pun Denis muncul dihadapan kami sedang berjalan juga tak tahu mau kemana. Seketika kulepas gandenganku dari Galz... Denis berhenti sebentar, namun sesaat Galz menggandengku lagi... Denis pergi tanpa menghiraukanku. Tetapi saat itu hatiku berguncang kembali... rasa sakit itu muncul lagi. Tak tahu kenapa setelah Denis pergi walau saat ini aku bergandengan dengan Galz... hatiku masih merasakan tidak enak hati.
  • Ohh Tuhan! kenapa aku ini... Dan tibalah kami di halte. Galz lalu bercerita sesuatu sambil kami menunggu kendaraan umum yg akan datang ke halte. Katanya dia kenal dengan pria barusan (Denis)... dulu saat Kompetisi Siswa Berprestasi di Yunani dirinya sempat dipermalukan oleh Denis. Dan hasilnya Galz menjadi juara ke-2 RUNNER UP! dalam kompetisi itu...sampai sekarang dia tidak menerima hasil itu... dan berambisi mengambil semua milik Denis sebagai balasannya. Dan lalu aku pun menyadari... bahwa pernyataan cintanya barusan di Kampus juga hanyalah pelampiasannya saja, dia tidak benar tulus kurasa. Lantas aku melepas genggamannya dan pergi dari situ..." Ella! " teriak Galz. Lantas Galz pun mulai mengejarku juga. Dan beberapa blok kemudian aku berlari.. tiba-tiba aku terjatuh menabrak sesosok tubuh yg kurasa seorang pria. Dan kagetnya aku saat menatap wajahnya...
    " Ahhhhh, Paman! " sahutku kaget.
    " hahahahaha 3:) ponakanku tercinta.. kenapa tergesa-gesa begitu hahhhh ? hmmm! "
    Lantas Paman VirgO mendekatiku.
    " Paman mau apa? "
    " ikat dia! " perintah VigoR kepada tiga anak buah kepercayaannya.
    " Siap Bos! "
    Galz yang datang lalu melihatku pun kaget juga mendapati empat sosok menyeramkan di depannya. Dia pun lari meninggalkanku. Tetapi tiba-tiba saja sesosok bayangan loncat dari arah tong dan menyerang Paman..  " DESH ".
    Paman pun jatuh tersungkur. Ketiga pria itu kini telah mengikatku dan menuju bayangan itu. Dan ternyata bayangan itu adalah " Denis ".
    " Ella, tahan disitu! tunggu sebentar... "
    Denis pun kini mulai menghadapi ketiga pria garang itu. Salah satu dari mereka berteriak kepada Paman...
    " Bos! ini dia orangnya "
    " ohhh, ternyata dia! dan kurasa dia memiliki hubungan khusus dengan keponakanku tersayang... hahahahaha 3:) pukulan tadi kuanggap sebagai salam.. terima kasih "
    Dan ketiga pria garang itu pun kalah oleh Denis, tetapi kulihat Denis juga sudah sempoyongan. Lantas Paman mulai berlari menuju arah Denis dan menerjangnya dengan satu tendangan keras.
    " BUAGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH "
    " ahhhhhhhhhhhhhh " Denis berteriak.
    " kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" aku pun tak sanggup melihatnya.
  • Paman VirgO mulai memukul Denis bertubi-tubi disaat Denis terkapar di tanah... memukul dengan kedua kaki dan tangannya bergantian. Aku tak sanggup melihatnya... sungguh sadis. Ditambah lagi tendangan - tendangan Paman itu mengarah ke wajah Denis terus. Anak buah Paman ( ketiga pria garang itu ) yg terbujur kaku di tanah juga hanya kegirangan melihat aksi Paman.
    " Hajar terus, Bos! "
    " Hajar terus "
    " yeahhhhhhh hahahahaha 3:) yoshaaaaaaaaaa "
    " Hentikan Paman! Hentikan! " aku pun mulai berani bersuara.
    " Hentikan!!! hmmmmm.. baiklah Ponakanku yg cantik jelita. Kalau mau ini dihentikan... berhenti berteriak dan ikut denganku "
    Paman mulai melabrakku... Dia marah sekali. Aku pun jadi ketakutan dibuatnya.
    " Ja... ngan.. Ell.. a " sahut Denis lemas.
    Paman lalu membawaku yg terikat menuju ke mobilnya. Dan ketiga pria garang itu menyusul sambil menendangi Denis.
    " BUAGHH BUAGHHHH "
    " ahhhhhhhhhhhhhhhhh ahhhh " teriak Denis kesakitan.
    Dan membuat hatiku semakin sakit jadinya. [maafkan aku Denis!] bisikku dalam hati.
  • Mobil ferarri hitam yg kunaiki pun mulai berjalan. Aku benar-benar tak tahu ini akan menuju kemana.Tetapi aku tak habis akal. Mereka memang mengikatku, tetapi mereka membawa juga peralatan Kuliahku... sangat ceroboh memang kurasa. Aku yg duduk di belakang mereka lalu mulai memandangi jendela dan menulis semua tulisan di jalan yg menurutku bisa aku jadikan petunjuk. Lalu menaruhnya di sepatuku dan membuangnya dari jendela tanpa sepengetahuan mereka. Namun Pamanku tiba-tiba terkekeh " hehehe " sepertinya dia mengetahui gerak-gerikku tetapi sengaja membiarkannya. Dan kini aku hanya bisa berharap semoga seseorang yg mengambil sepatuku mengerti isi pesan yg kusampaikan di kertas yg kuselipkan dibawah sepatuku itu.Dan kuharap itu Denis, Semoga!
  • Dan mobil pun melaju dengan kencangnya ke arah villa di dataran tinggi yg kurasa di daerah Bandung lebih tepatnya ini. Sambil terus tertawa dan aku pikir Pamanku memang sudah gila.. Paman mulai menanyaiku
    " Ingin makan apa ponakanku yg terindah? hmm! mau sossis, ikan panggang, steak, pizza, burger keju... ayo apa saja! sebutkanlah hahahahaha 3:) "
    Dan Paman mulai melepas ikatanku tak tahu kenapa. Aku bingung sekali dengan Pamanku ini... aneh, sadis, bengis, jahat tapi kurasa memiliki sedikit sisi hangat juga.
    " Aku mau burger keju Paman "
    " Baiklah! dua burger keju yg sesungguhnya Hans.. hahahahaha 3:) plus wine dan aku tidak suka dibuat menunggu.. mengerti!!! " sambil menatap anak buahnya serius sekali.
    Orang yg bernama Hans itu pun kulihat mulai gugup menatap mata Paman. Dan lalu ia mengiyakan tugas yg Paman berikan..
    " Ba... Ba.. Baik Bos! " hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.
    Dan lalu Paman mulai berbincang ringan padaku. Dia menanyai seputar pendidikanku, kegiatan yg sekarang kugeluti, hobiku, bahkan yg paling serius ia tanyakan adalah cita-citaku. Mungkin ia serius menanyakan ini karna peristiwa itu... yg sudah kuketahui sejarahnya dari Ibu. Dan lalu aku berkata padanya
    " Cita-citaku ingin menjadi Direktur Perusahaan Waralaba Paman! "
    " huhhh, menarik... "
    " kalau Paman!? " aku keceplosan bertanya.
    Lantas Paman mulai menggeram, kurasa dia mulai mengingat kembali kenangan itu." ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh " dia berteriak. Lantas pria bernama Hans itu buru-buru membawa pesanan Paman sambil bergetar ketakutan, beruntung pesanan Paman yg dibawanya tidak jatuh, kalau tidak... entah apa yg akan dilakukan Paman... tak bisa kubayangkan di situasinya yg seperti sekarang ini. Paman memang telah menjadi Bos hebat yg menakutkan kurasa. Sampai-sampai pria sebesar Hans juga tak berkutik di depannya. Dan lalu kudengar pintu depan terdobrak...
    " BRAKKKKKKKKKKKKKKKKKKK "
    Sepertinya seseorang telah berhasil menemukanku. Terima Kasih Tuhan.

    >>>>to be continued.